Loading...

(Foto dokumen pribadi)

Pernah membayangkan berada di dalam satu area yang di situ terdapat Pantai yang hangat, sungai yang indah, air terjun yang sejuk dan segar?

Sukabumilah jawabannya. Tepatnya di kawasan Geopark Ciletuh. Di dalam satu kawasan ini, semua yang anda bayangkan tersajikan dengan apik dan ciamik. Untuk pantainya sendiri, ada pantai Ujung genteng dan pantai Pelabuhan ratu yang sangat terkenal dengan pasir putihnya. Selain itu, di area pantai Ujung genteng juga kita bisa berkunjung ke penangkaran penyu yang dikelola resmi oleh pemerintah.

Air terjun atau curug dikawasan Sukabumi yang dekat dengan Geopark ciletuh ada curug sodong. Selain itu, ada juga puncak darma yang sudah viral dimana-mana. Di Area puncak darma ini, kita bisa melihat hamparan laut yang bersandingkan dengan sawah dan sungai yang berakhir di lautan.

Hari Pertama, Senin, 27 Juli 2020

Berbekal tanya sana-sini di group travelling dan juga cek maps untuk detail perjalanannya, kami putuskan untuk berangkat dari Cikarang, Kabupaten Bekasi pada dini hari sekitar jam 2 atau jam 3 dan melalui yang jaraknya lebih jauh, yaitu melalui Cibadak.

Ada 2 pilihan untuk mencapai Ciletuh. Yaitu jalur cibadak dan jalur Cikidang. Jalur Cibadak jaraknya memang lumayan jauh. Namun kondisi jalannya sangat baik dengan penerangan dan juga tanjakan atau tikungan yang tidak terlalu ekstrem.

Jadi untuk perjalanan dimalam hari saya sarankan untuk melalui cibadak. Ada pun jalur Cikidang, wajib dilakukan di siang hari dengan kondisi kendaraan harus benar-benar baik, terutama rem dan juga mesinnya. Karena di jalur ini banyak tanjakan maupun tikungan ekstrem yang sangat berbahaya jika perjalanan dilakukan malam hari.

(Foto dokumen pribadi)

Spot pertama yang kami pilih adalah pantai ujung genteng. Berdasarkan garis lurus di Maps, saya putuskan untuk mencari area yang paling jauh terlebih dahulu, namun masih satu arah dengan jalan pulang nantinnya.

Cara ini untuk menghemat energi dan juga efisiensi perjalanan. Jadi ketika pulang nanti, masih menemui tempat-tempat indah lain untuk mengobati lelah perjalanan. Saya sampai di pantai Ujung genteng sekitar jam 8 Pagi.

Karena kami datang dihari kerja seperti biasa, kondisi pantainya sendiri lumayan sepi.

Di pantai ini, pasir putih adalah hiasan sejauh mata memandang. Ombaknya sendiri sangat tinggi, namun dikarenakan ada batu-batu karang, ombak yang sampai ke pinggir pantainya tidak besar dan cocok untuk berenang bersama anak-anak. Setelah puas bermain air, sekitar pukul 12 siang perjalanan kami lanjutkan menuju penangkaran penyu yang perjalanannya hanya butuh 20 menit dari pantai ujung genteng.

Di area penangkaran penyu ini, kita bisa melihat beberapa penyu besar yang ada di kolam. Kita juga bisa meilhat telur-telur penyu yang sedang dalam masa penetasan. Untuk wisatawan yang datang, waktu pelepasan tukik atau anak penyu, yaitu pada malam hari. Jadi jika kalian datang pada siang hari seperti kami, yang bisa dilakukan hanya melihat penyu besar di kolam dan juga melihat pantai yang tidak kalah indahnya dengan pantai Ujung genteng.

Di pantai area penangkaran ini, pengunjung tidak diperbolehkan berenang. Karena ombaknya sangat tinggi dan sampai ke bibir pantai.

(Foto dokumen pribadi)

Setelah puas melihat-lihat penyu, kami lanjutkan perjalanannya menuju penginapan yang sudah kami setting lokasinya dekat dengan Puncak Darma. Penginapan kami sendiri berada tepat di pinggir pantai Pelabuhan ratu dan dekat dengan puncak Darma.

Hari Kedua, Selasa, 28 Juli 2020

Hari kedua berwisata, kami awali dengan bermain pasir dan berenang di pantai Pelabuhan ratu. Perbedaan antara pantai ujung genteng dan pantai pelabuhan ratu yang kami datangi ini terletak di pasir dan ombaknya.

Pasir di pelabuhan ratu sedikit coklat warnanya dan ombaknya juga besar sampai ke pinggir pantainya. Selain itu, di area pantai ini juga kami bisa melihat aliran sungai yang bermuara ke laut. Sekitar pukul 12 siang, kami lanjutkan perjalanan menuju puncak Darma sekaligus pulang ke rumah kami di Cikarang. Di puncak Darma ini, pengunjung akan dibuat takjub oleh pemandangan yang spektakuler.

Hamparan laut yang bersisian dengan bentangan sawah-sawah penduduk, memanjakan mata dan juga fikirian kita. Sulit diungkapkan dan dituangkan dengan kata-kata keindahan yang kita dapatkan. Setelah puas memandang bentangan alam yang sangat indah, kami lanjutkan perjalanan pulang dengan menggunakan rute Cikidang.

Rute Ini kami pilih untuk memperpendek jarak tempuh dan mencari suasana dan pemandangan yang baru. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, rute Cikidang ini adalah Rute yang membutuhkan konsentrasi dan juga kesiapan dari kendaraan kita.

Pengemudi harus selalu sigap meliuk-liuk mengikuti tikungan yang ada. Selain itu rem kendaraan juga harus benar-benar fit karena turunan curam akan sering ditemukan. Kelebihan melalui Jalur cikidang ini, selain jarak tempuh yang pendek, pemandangan selama perjalanan juga sangat indah.

Beberapa kali kami harus berhenti untuk melihat dan mengagumi pemandangan-pemandangan yang kami temukan di perjalanan. Waktunya sangat kurang memang jika eksplor Geopark Ciletuh hanya 2 hari saja. Masih banyak spot wisata yang tidak bisa kami kunjungi karena keterbatasan waktu. Setidaknya saat ini kami sadari, bahwa memang ada surga tersembunyi di Sukabumi.

 

Penulis: Heri Erdana

Instagram: @hery_erdana

Twitter: @he_ry

Facebook: Hery Erdana

Press Enter To Begin Your Search
×