Loading...

(photo source: dokumentasi pribadi)

"The best dreams happen when you’re awake," Cherie Gilderbloom

Tidak pernah terbayang, ketika bucket list impian aku jadi kenyataan. Yang tadinya cuma bisa lihat dari gambar dan berkhayal akhirnya bisa mencapai impian itu juga. Nggak pernah nyangka sekalipun bahwa destinasi ini bisa terwujudkan, berharap bahwa aku bisa honeymoon ke sana, kira-kira ada yang tahu negara mana? Maldives!

Ya Maldives, salah satu destinasi honeymoon terbaik, yang terkenal dengan butiran pasir dan birunya air laut yang begitu memukau. Walaupun aku ke sini bukan untuk honeymoon, dan bukan dengan lelaki impian aku, tapi aku bersyukur bahwa akhirnya semua impian aku bisa terealisasikan. Aku bekerja di salah satu travel agent di Jakarta, dan aku memang sudah terjun ke dunia pariwisata kurang lebih selama 8 tahun, dan itu semua berkat Mama yang mengharapkan anak perempuannya bisa keliling dunia nantinya.

Walaupun belum semua negara aku kunjungi, tapi aku berharap bisa merealisasikan semuanya. Beruntungnya lagi, aku pergi ke Maldives tanpa mengeluarkan biaya apa pun, semua ini aku dapatkan karena aku berhasil menjadi Top Sales Performance salah satu resort yang ada di sana. Kebayang nggak sih, bucket list aku yang jadi kenyataan dan aku pun pergi tanpa mengeluarkan uang sepeser pun? Benar-benar nggak bisa diungkapkan lagi perasaan aku waktu itu. Di bulan November 2018, hari yang aku tunggu datang juga, dan November merupakan salah satu waktu terbaik untuk mengunjungi Maldives.

Maldives itu kalau dilihat seperti daratan yang dikelilingi oleh lautan, dan penduduk mereka di sana dikenal dengan orang Divehi. Perekonomian mereka juga bergantung dengan Pariwisata & Perikanan. Aku waktu itu terbang dengan Scoot Airlines, dan transit dulu di Singapura kurang lebih 3 jam, aku tiba di Maldives sekitar jam 9 malam, jadi pas sampai di sana nggak kelihatan apa-apa, wong semuanya gelap. Begitu lewat imigrasi setempat, mereka memberikan VOA (Visa on Arrival) untuk durasi stay selama 30 hari.

(photo source: dokumentasi pribadi)

Di Maldives, tergantung pilihan lokasi resort kamu, karena ada yang menggunakan pesawat kecil atau speedboat untuk mencapai resort tersebut. Di bandara kedatangan, aku dijemput oleh salah satu staf dari resort tempat aku menginap, perjalanan kurang lebih sekitar 45 menit menggunakan speedboat. Di resort ini aku disambut dengan sangat hangat, mereka memberikan welcome drink dan uniknya kunci resort ini berupa gelang, jadi kalau kamu mau masuk kamar, kamu tinggal tempelkan gelang tersebut.

Gelang ini sebagai tanda pengenal kamu selama menginap di resort ini, jadi disarankan untuk gelang tersebut jangan sampai hilang. Selama di sini, kamu pun nggak usah takut kelaparan, karena rata-rata resort di Maldives mereka sudah mengatur untuk makan pagi, siang & malam beserta snacking time dan entertainment time. Jadi kamu pun sudah punya rencana yang bisa disusun mau melakukan apa saja di siang dan malam hari.

Malam yang melelahkan, digantikan dengan tidur yang nyenyak, dan bangun di pagi hari disambut dengan gemuruh suara ombak serta air lautnya yang biru jernih. Kebayang nggak sih kalo kamu beneran ke sini sama pasangan kamu, bahagia banget kan pasti. Banyak banget aktivitas yang bisa dilakuin di sini, seperti snorkeling, kayaking, parasailing, dan sunset cruise.

Malam harinya di resort ini setiap harinya selalu ada entertainment time, entah itu circus, drama musikal atau beach party. Snorkeling di sini pun terumbu karang & biota laut-nya pun tidak kalah bagus seperti yang ada di Indonesia. Untuk cuaca di sini, hampir sama kayak di Indonesia, tapi lebih kering dan berangin. Pengalaman traveling paling berkesan dan tidak pernah aku lupakan, menjadi liburan penutup di tahun 2018. Karena aku bisa pergi ke salah satu bucket list impian aku, berjemur sambil menikmati indahnya pantai biru di sana, dan bertemu Manta si ikan pari iconic resort ini yang berenang ke sana kemari. Semoga aku bisa kembali lagi ke Maldives tapi bersama calon suami impian aku. Amin

(photo source: dokumentasi pribadi)

Flight Schedule

Untuk penerbangan ke Maldives, ada beberapa maskapai yang bisa kamu gunakan dari Jakarta yaitu Singapore Airlines dan Scoot Airlines. Penerbangan memakan waktu sekitar 3 jam dari Singapore, dan waktu di Maldives berbeda dengan di Indonesia, mereka 2 jam lebih lambat dari waktu di Indonesia.

Mata Uang

Mengenai mata uang yang digunakan di Maldives yaitu Maldivian Rufiyaa, dan belum banyak money changer yang punya mata uang ini. Berhubung aku di sana nggak lama cuma 4 malem saja, aku jadinya nggak tuker ke mata uang setempat, jadi aku pakai kartu debit yang berlogo visa. Nilai tukar 1 rupiah = 0.00105042 MVR (Maldivian Rufiyaa). Saran aku sih, kalau kamu memang mau belanja bisa menggunakan USD, karena mereka terima juga mata uang ini.

 

Penulis: Franciska Realita Saputri

Instagram: realitasaps

Press Enter To Begin Your Search
×