Loading...

solo traveling

(photo source: statistik.jakarta.co.id)

Travelling merupakan istilah yang digunakan oleh seseorang untuk melakukan sesuatu perjalanan baik dalam perjalanan bisnis maupun sekedar jalan–jalan dengan maksud untuk bisa menikmati keindahan alam  dan travelling juga merupakan salah satu cara untuk bersyukur atas karunia Tuhan yang sangat luar biasa yang telah menciptakan keindahan alam yang telah ada saat ini.

Travelling itu identik untuk mengunjungi tempat lama maupun tempat baru yang menyenangkan, mengasikkan, dan juga menegangkan dengan tujuan untuk sekedar merefreshkan pikiran yanng sedang penat karena aktifitas yang sedang dijalani atau mencari selingan disaat melakukan perjalanan bisnis. Namun kenikmatan sebuah Travelling tidak bisa dinikmati oleh sebagian orang,terutama sama orang-orang dengan kebutuhan khusus atau sering disebut dengan Disabilitas.

Kebanyakan dari mereka travelling dengan persiapan yang diatur oleh orang lain tanpa bisa bebas mengatur sendiri persiapannya, mereka selalu membawa pasukan (pendamping) satu atau dua orang untuk menemani setiap perjalanan mereka dan tak bisa bebas untuk mengeksplor setiap perjalanan yang mereka mau sendiri karena belum ada kesempatan untuk menikmati suka dukanya ketika menempuh setiap perjalanannya sendiri hingga sampai tempat tujuan. Travelling dengan membawa pasukan alias rame - rame itu menyenangkan, namun travelling sendirian itu sensasinya seperti apa ya?

solo traveling

(photo source: Dentos.com)

Memimpikan sebuah perjalanan yang saya tempuh sendiri merupakan sebuah ide yang sedikit gila yang dianggap oleh sebagian orang dan sebagian orang tersebut tidak akan menyukai perjalanan sendirian tersebut. Namun saya menjadi penasaran dan ingin sekali mencobanya, karena saya sebagai seorang disabilitas daksa atau lebih tepatnya pengguna kursi roda yang masih bisa bergerak secara aktif kecuali berjalan menggunakan kaki, travelling sudah terbiasa saya jalani dengan membawa pasukan dan travellingnya sering kali bersama keluarga atau bersama teman, namun untuk kali ini saya punya angan–angan.

Dan harus memberanikan diri untuk travelling sendirian misal travelling dari Surabaya ke Jakarta, tanpa harus didampingi oleh siapa pun, benar–benar mandiri. Hanya ada aku dan kursi rodaku di tengah new normal pandemi covid19. Karena di Indonesia untuk disabilitas travelling sendirian itu masih tabu, bukan sesuatu yang normal yang dilakukan oleh kebanyakan kalangan disabilitas. Saya membayangkan bagaimana sensasi travelling sendirian tanpa bawa pasukan ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi atau pernah saya kunjungi sekalipun, menentukan transportasi apa saja yang akan saya naiki, mengatur budget keuangan sendiri tanpa harus merepotkan orang lain dan tentunya lokasinya itu masih bisa akses dijangkau oleh transportasi umum seperti ojek online dan kereta Mungkin menyenangkan sekaligus menegangkan. 

solo traveling

(photo source: dokumen pribadi)

Tiap perjalanan yang membawaku mungkin akan banyak sekali tantangannya mulai dari tantangan mental (seperti pandangan orang kenapa seorang disabilitas travelling sendiri) sampai fisik (mengeluarkan tenaga untuk mengayuh kursirodanya sendiri) yang membuatku jauh lebih semangat dalam menjalaninya, karena saya yakin disetiap perjalananku nantinya akan banyak orang-orang baik yang akan menolongku ketika saya membutuhkan bantuan dan membuktikan bahwa disabilitas itu sebenarnya mampu untuk mandiri tanpa bergantung bersama keluarga atau teman.

Karena seperti biasa keluarga atau teman merasa kuatir bila keluarga atau teman disabilitasnya pergi travelling sendirian. Anggapan itu tidak salah namun sampai kapan akan terjadi seperti itu terus, Disabilitas itu perlu untuk bisa mandiri dan mencoba sesuatu yang baru yang ada didunia ini, perlu juga untuk keluar dari zona nyamannya. Karena stigma tersebut saya ingin membuktikan bahwa disabilitas itu bisa untuk travelling sendiri dengan mengandalkan teknologi yang sudah canggih saat ini. Kalau tidak mencoba sekarang kapan lagi untuk travelling sendirian tanpa didampingi.

 

Penulis: Nolina Utuh Panguji

Instagram: nolinautuhpanguji

Twitter: nolinautuhpanguji

Facebook: nolinautuhpanguji

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×