Loading...

Foto: unsplash.com

Indonesia kaya dengan keindahan alamnya. Salah satunya yaitu Pulau Bali. Bali Island dikenal luas hingga mancanegara. Kita sebagai warga negara Indonesia sudah seharusnnya bangga memiliki pulau Bali. Artikel ini memuat pengalaman saya travelling di Bali bersama suami tercinta. So, check it out!

Bali adalah tempat yang seru untuk travelling bersama teman, keluarga atau bahkan solotrip. Mengeksplor pulau yang satu ini memang nggak ada habisnya. Mulai dari bentang alamnya, warisan budaya, kuliner sampai wisata airnya yang sangat worth it untuk dicoba.

Ketika ada kesempatan untuk travelling, jangan ragu untuk memilih Bali. Begitupun ketika memilih destinasi untuk honeymoon, kami memutuskan untuk ke Bali. Pengalaman pertama saya ke Bali beberapa tahun lalu bersama orangtua dan adik rasanya masih kurang. Karena masih banyak tempat – tempat yang belum dikunjungi. Suasana di sini cocok banget buat upgrade mind and soul kita biar lebih fresh dan siap bertempur lagi mengumpulkan pundi – pundi dollar.

Dulu sebelum adanya pandemi covid 19. Tempat – tempat wisata nggak pernah sepi pengunjung setiap harinya, apalagi ketika akhir pekan. Travelling itu nggak hanya untuk orang – orang berduit, tapi mereka yang punya jiwa petualanglah yang lebih menikmati. Budget untuk travelling bisa kita sesuaikan dengan fasilitas yang akan kita gunakan. So, travellinglah dan berpetualanglah sebelum hal itu dilarang.

Balik lagi ketika kami berencana untuk  honeymoon ke Bali, dua bulan sebelumnya kamu sudah booking tiket pesawat dan penginapan. Mencari harga – harga yang terjangkau dan ekonomis. Pesawat ekonomi dan sebuah hotel di pinggir jalan raya Kuta. Harga yang cukup baik karena saat itu adalah low season tepatnya bulan Maret 2017.

Berangkat dari bandara Halim Perdana Kusuma. Perjalanan sekitar 2 jam. Tiba di bandara Ngurah Rai kami memesan taksi online munuju hotel. Ketika tiba di kamar hotel, surprise! Terdapat cake bertuliskan happy honeymoon dan bingkaian sepasang angsa yang terbuat dari handuk. By the way, kalau kalian mau dikasih surprise kaya gini silahkan berikan keterangan saat booking bahwa keperluan kalian adalah untuk honeymoon. Lumayan bikin kita terkejut. Thanks!

Tempat pertama yang akan kami kunjungi yaitu, Pantai Kuta. Pantai ini menjadi iconnya Bali, jadi sempatkan ke sini walau sebentar. Di sini juga banyak sekali tempat penginapan berjejer sepanjang sunset road dan toko – toko suvenir, oleh – oleh khas Bali. Ramai banget oleh lalu lalang pejalan kaki.  

Tempat kedua yaitu, Pantai Jimbaran. Pasir putihnya membuat suasana tambah romantis. Di sini banyak restoran dan cafe yang langsung menghadap laut. Tepat di pinggir pantai, meja – meja ditata rapih dengan lilin – lilin nan elok. Di sinilah tempat favorit para wisatawan asing untuk dinner time menikmati pemandangan matahari terbenam dengan suasana yang romantis. Pada saat kami berkunjung, lebih banyak wisatwan asing daripada wisatawan lokal.

Menikmati kuliner laut sambil memandang sunset dan deburan ombak. Terdapat juga lagu – lagu yang dipasang oleh cafe atau juga live music dan terkadang penampilan tarian khas Bali. Untuk berdua, terdapat paket dinner sekitar tiga ratus ribuan. Makanan laut, seperti kepiting, udang, cumi, tiram dengan nasi putih, tumis kangkung, sambal dan kelapa muda. Di sini juga dijual aneka ikan – ikan laut, cumi, lobster, kepiting, kerang dan lain – lain yang masih hidup untuk dibuat olahan makanan.

Tempat ketiga yaitu, Tanjung Benoa. Pusatnya watersport di Bali. Beragam watersport diantaranya, banana boat, parasailing reguler, parasailing adventure, donut boat, jet sky, fly fish, snorkling, diving, sea walker, glass bottom and turtle island. Harga yang di tawarkan mulai dari enam puluh ribu rupiah hingga enam ratus ribu rupiah tergantung paket yang kita mau. Paket yang kami pilih waktu itu yaitu terdiri dari parasailing adventure, banana boat dan jet sky.

The first. Parasailing adventure. Kita terlebih dulu dibawa ke tengah laut menggunakan speedboat. Kebetulan saat itu ada tiga sepasang kekasih yaitu asal Indonesia (saya dan suami), asal Arab Saudi dan asal Korea. Rentang usia 20 tahun (saya dan suami), 30 tahun (pasangan asal Korea) dan 50 tahun (pasangan asal Arab Saudi). Kita mengobrol menggunakan bahasa Inggris.

Me and my husband adalah giliran terakhir terbang tandem menggunakan parasut di ketingggian 70 meter, ditarik speedboat di tengah laut Tanjung Benoa. Seketika hormon adrenalin kita meningkat. Kami dapat menikmati pemandangan laut yang begitu luas dan menakjubkan dari atas. Tubuh kami seolah melayang – layang di udara. Ada rasa cemas namun kita lebih menikmati keseruannya. Tujuh menit kami melayang – layang di udara, terhempas angin, menghirup udara laut, melihat perahu dan kapal – kapal yang sedang berlayar. Very excited!

(Dokumen Pribadi – Parasailing Adventure – Tanjung Benoa)

Next, banana boat terdiri dari empat orang, yaitu kami dan sepasang orangtua yang berasal dari Arab Saudi. Durasi permainan ini yaitu sekitar 7 menit. Lumayan bikin happy saat kita diajak berputar – putar. Ketika perahu karet yang menyerupai buah pisang ini menghempas – hempas air laut dan kita merasakan sensasi tegang dan seru.

The last, jet sky. Keseruan di jet sky yaitu saat kita pribadi yang mengemudikannya. Bagi kita yang baru pertama kali menggunakannya pasti sedikit harus bisa menyeimbangkan antara gas dan setir. Sehingga arahnya tepat dengan kecepatan yang stabil. Nice!

Singkat cerita. Setelah keseruan dengan ketiga watersport tersebut kami diberikan CD rekaman selama menghabiskan waktu di sini. FYI, bagi kalian yang ingin mencoba sebaiknya booking online minimal sebulan sebelum hari pelaksanaan, ya.

Setelah lelah dengan aktivitas di Tanjung Benoa. Keesokan harinya kami melakukan pemotretan di studio dengan menggunakan pakaian adat dan properti khas Bali. Nggak ada salahnya untuk mengabadikan moment ini dengan gaya khas bali. Karena foto ini bernilai secara estetika dan budaya. Setelah sesi foto – foto, kami langsung go to Pura Luhur Uluwatu.

Next, objek wisata Pura Luhur Uluwatu. Karena objek wisata ini terletak di atas sebuah bukit karang dengan ketinggian sekitar 97 meter di atas permukaan laut, maka pura ini dinamai Uluwatu yang dalam bahasa Sanskerta berarti puncak batu karang.

(Dokumen Pribadi – Pura Luhur Uluwatu)

Wisatawan yang datang ke sini siap – siap dimanjakan dengan pemandangan alam dengan tebing – tebing yang menjulang tinggi yang di bawahnya membentang luas Samudera Hindia.  Selain itu, suasana sakral dan religius sangat terasa di sini. Kera – kera liar yang berkeliaran di sini juga menambah daya tarik wisatawan.

Menjelang senja wisatawan mengantre untuk membeli tiket pertunjukkan tari Kecak. Bagi yang tidak ingin mengantre silahkan pesan online sebelumnya. Pertunjukkan tari Kecak ini luar biasa secara warisan budaya. Terasa suasana yang sakral ketika pertunjukkan ini mulai berjalan hingga tak terasa senja berganti malam. Ada pesan – pesan religius yang disampaikan dalam tarian tersebut. Jadi bukan hanya sekadar tarian tapi juga ada nilai ritual agamanya. Excellent!

Keesokkan harinya, kami berpindah penginapan ke kawasan Bedugul, Kabupaten Tabanan. Perjalanan dari Badung ke Bedugul sekitar 2 jam. Daerah ini sangat sejuk udaranya, sekitar 16 derajat celsius. Tempat wisata yang ingin kita kunjungi yaitu Pura Ulun Danu Bratan beserta Danau Beratan dan juga Kebun Raya Bali.

Sesekali gerimis dan kabut turun membuat udara semakin dingin. Hari pertama di Bedugul kita ke Danau Baratan. Kami menaiki perahu untuk menjelajah danau. Dan di sekitarnya terdapat bangunan – bangunan seperti pura dan patung – patung . Di kelilingi dengan taman – taman dan bunga – bunga yang cantik serta hamparan rumput hijau menambah betah wisatawan untuk berlama – lama menghabiskan waktu di sini.

(Dokumen Pribadi – Danau Beratan – Bedugul)

Suasana malam di sini hening, maklum karena low season dan kebanyakan wisatawan menginap di daerah Kuta. Keesokkan harinya kami mengunjungi Kebun Raya Bali. Pengunjung saat itu bisa dihitung dengan jari. Tiket masuknya pun murah. Kami mendapatkan peta untuk mengelilinginya. KRB merupakan perpaduan anatara penelitian botani, pelestarian tumbuhan, pendidikan dan rekreasi.  Ketika memasuki rumah kaca. Banyak aneka kaktus mulai dari ukuran kecil sampai raksasa. Sekitar dua jam kami mengelilingi kebun dengan luas 157 hektar yang dibangun pada tahun 1959.

Selesai melakukan Ibadah shalat di Masjid Candi Kuning Bedugul atau Masjid Besar Al Hidayah, kami baru ingat kalau jadwal take off sekitar dua jam lagi. Kami langsung pesan taksi di tempat penginapan. Menunggu sekitar 15 menit dan taksipun tiba. Selama perjalanan kami dihinggapi rasa cemas dan pengemudi taksinya melaju sangat cepat dengan manuver – manuver menyalipnya. Hampir saja dua kali menabrak pengendara motor untungnya dapat dihindarkan. Kami melakukan check in online di perjalanan dan tiba lima menit sebelum boarding. Terima kasih Bali. Sunggguh pengalaman travelling ala pengantin baru ini sangat berkesan. Kami berharap diberikan kesempatan lagi untuk berkunjung ke Bali untuk mengeksplor tempat – tempat seru lainnya.

 

Nama Penulis: Farikha Mardhatillah

Instagram: www.instagram.com/farikhamardhatillah

Twitter: www.twitter.com/senyumanku

Facebook: Fera Farikha M Fe-Liz

Press Enter To Begin Your Search
×