Loading...

foto: Unsplash

Merencanakan perjalanan bulan madu sebelum melangsungkan perinkahan adalah hal yang sah-sah saja. Sembari menghitung pengeluaran untuk biaya sewa gedung dan segala rupanya, sekalian saja mencantumkan sedikit bujet untuk perjalanan pertama bersama pasangan halalmu.

Tentu hal itu menjadi salah satu niat saya ketika kelak akan memutuskan untuk menikah dan saya telah memutuskan bahwa Banyuwangi akan menjadi destinasi pertama saya bersama istri untuk berbulan madu.

Bermalam di sebuah penginapan yang menghadap ke timur demi pemandangan matahari terbit

foto: DetikTravel

 

Berdasarkan referensi dari berbagai sumber yang telah saya himpun, menginap di sebuah hotel di pinggir pantai Boom menjadi pilihan utama saya. Pasalnya, di hotel itu kita bisa menikmati matahari terbit dari balik jendela kamar hotel. Setelah melakukan perjalanan panjang dari Semarang, alangkah indahnya bisa menikmati matahari terbit bersama istri di pagi hari dan ditemani oleh dua gelas teh manis hangat. Duh!

Menikmati kopi di Desa Wisata Osing bersama warga setempat

foto: wowkeren.com

Setelah sarapan, kami akan pergi ke Desa Wisata Osing. Di sini, kita bisa menikmati berbagai hal menarik yang jarang bisa kita temui di kota-kota besar. Desa wisata yang terletak di lereng Gunung Ijen ini menawarkan begitu banyak keindahan, mulai dari cita rasa kopi khas Banyuwangi, pengalamanan belajar budaya dan bahasa khas yang hingga saat ini masih terjaga baik, hingga atmosfer desa Osing yang sangat menentramkan. Setelah pagi tadi menikmati matahari terbit, siang ini kita lalui dengan dua gelas kopi dan obrolan santai bersama warga sekitar. Sungguh menggoda, bukan?

Belajar tentang filosofi kehidupan di Taman Gandrung Terakota

foto: kompas.com

Selepas makan siang di Desa Wisata Osing, kami ingin menuju ke Taman Gandrung Terakota yang terdapat seribu patung penari Gandrung dan pemandangan sawah yang sedap untuk dipandang. Ternyata patung-patung yang terbuat dari tembikar tanah tersebut bukan sekadar patung yang ditujukan untuk keperluan foto dan kenang-kenangan semata lo. Setiap patung itu mewakili sebuah filosofi mendalam dari budaya masyarakat Banyuwangi.

Lokasi Taman Gandrung ini tidak terlalu jauh dari Desa Wisata Osing di lereng Gunung Ijen. Di sini juga kita bisa menikmati birunya selat Bali yang membentang. Seru!

Menikmati momen romantis di dermaga pantai Boom dan jangan lupa makan rujak soto dulu, ya!

foto: kumparan.com

Belum habis tenaga untuk menjelajahi indahnya Kota Festival ini, kami berniat untuk bermain di pinggir pantai Boom yang tak jauh dari lokasi hotel kami menginap. Tapi jangan lupa, sempatkan diri untuk menikmati seporsi rujak soto yang paling terkenal di Banyuwangi. Perpaduan rujak sayur yang disiram dengan kuah soto dan ditaburi irisan daging dan babat, akan memberimu pengalaman magis yang tak akan pernah terlupakan!

Bagi pasangan halal, pantai Boom bisa menjadi saksi betapa romantisnya cinta ketika kita bisa saling mengucapkan janji suci dalam pernikahan. Apalagi kalau berjalan bergandengan tangan di sepanjang dermaga yang sangat instagramable itu. Romantis banget!

Sebelum merebahkan lelah, baiknya kunjungi landmark kota Banyuwangi di Taman Blambangan

foto: travelingyuk.com

Rasanya tentu ada yang kurang kalau bulan madu di Banyuwangi tanpa mampir ke Taman Blambangan. Ya, karena taman ini merupakan ikon kota yang tepat untuk dijadikan destinasi selanjutnya sebelum kembali ke hotel. Setelah seharian berkeliling, relaksasi di taman kota Blambangan dengan berburu kuliner bisa menjadi alternatif yang asyik. Nah, kalau sore tadi kamu belum menemukan soto rujak, di taman Blambangan tentu tersedia beraneka ragam kuliner khas yang bisa kamu nikmati.

Di bagian barat taman Blambangan terdapat sebuah Gesibu berbentuk gapura putih tinggi yang merupakan pusat taman ini. Setiap malam Minggu, sering kali diselenggarakan berbagai acara, termasuk tari-tarian tradisional khas Banyuwangi. Bahkan tahun lalu ada pula pagelaran Banyuwangi Art Week, yang menampilkan berabgai kerajinan tangan, tarian, lukisan, hingga makanan khas. Duh, semoga setelah pandemi kita bisa menikmati berbagai festival di kota ini, ya!

Satu hal lagi yang membuat taman Blambangan kian menarik adalah adanya banyak gedung peninggalan Belanda yang kini sudah beralih fungsi. Alhasil, kalau kita berjalan berkeliling di taman Blambangan, kita akan mendapatkan suasana seperti di kota tua dan tentunya bisa berfoto ria.

Tapi rupanya, ke mana pun kita pergi, alangkah asyiknya ketika pandemi ini sudah berakhir, biar perjalanan kita makin seru dan tidak perlu merasa khawatir! Kalau kamu, ke mana rencana bulan madumu kelak?

 

Penulis: Kian Surya Seba Riswanda

Instagram: @kiansuk_

Twitter: @kiansury

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×