Loading...

Foto: unsplash.com

Kata orang, dunia itu lebih luas dari ruang kelas. Kenyataannya memang dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang akan dihadapkan dengan situasi-situasi yang menuntut mereka buat mempelajari hal-hal baru yang nggak diajarkan di dalam kelas. Bahkan selama liburan pun kamu juga bisa tetap belajar lho! Seperti halnya 4 desa wisata Magelang ini yang memadukan unsur hiburan dan edukasi. Cocok banget jadi pilihanmu berlibur bareng keluarga.

1. Kampoeng Dolanan Nusantara

Foto: instagram.com/kampoengdolanan

Berada di Dusun Sodongan, Desa Bumiharjo, Borobudur, destinasi wisata Magelang satu ini akan mengajak kamu bernostalgia ke masa kecil. Yup, Kampoeng Dolanan atau dalam bahasa Indonesia berarti kampung mainan ini mempunyai visi dan misi memperkenalkan anak-anak terhadap mainan tradisional yang semakin hari semakin sulit ditemukan. Koleksi mainan yang ada di tempat wisata ini meliputi egrang, gasing, bakiak, dan masih banyak lagi.

Nggak cuma mencoba permainan, Kampoeng Dolanan Nusantara juga bisa menjadi tempat kamu belajar menari tari tradisional, memainkan alat musik gamelan dan gending, atau sekadar menyanyikan lagu-lagu Jawa. Walaupun namanya “dolanan”, tapi pengalaman yang akan kamu peroleh nggak hanya berpusat di mainan aja. Kalau kamu mau, kamu bisa turut ikut serta merasakan bagaimana hidup di desa. Seru banget kan?

2. Desa Candirejo

Foto: instagram.com/kampoengdolanan

Penasaran sama cara hidup orang-orang di pedesaan, khususnya di daerah Jawa Tengah? Kamu bisa merasakannya langsung di Desa Candirejo. Alasan kenapa harus di Desa Candirejo tidak lain karena penduduk setempat yang masih berpegang teguh pada nilai-nilai dan kebudayaan turun temurun. Salah satunya adalah Nyadran. Setiap menjelang bulan Ramadhan, penduduk Desa Candirejo pergi ke Gunung Mijil dan memberikan persembahan berupa nasi, ayam rebus, dan sayuran kukus kepada roh nenek moyang mereka. Kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk mengucap syukur atas hasil panen yang sudah mereka terima selama ini.

Seperti yang sudah RedDoorz jelaskan, upacara Nyadran hanya dilaksanakan untuk menyambut momen-momen tertentu. Jika kamu belum mendapat kesempatan mengikutinya, jangan khawatir. Kamu dapat mengamati, bahkan berpartisipasi langsung dalam keseharian masyarakat Desa Candirejo. Aktivitas ini dinamakan Menoreh. Desa Candirejo juga menyediakan tempat bermalam bagi pengunjung yang belum puas menikmati pesona Desa Candirejo beserta kulturnya. Tertarik menghabiskan waktu di sini?

3. Desa Karangrejo

Foto: instagram.com/balkondeskarangrejo

Siapa yang tak mengenal film Ada Apa Dengan Cinta 2? Semenjak film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastro itu dirilis, sejumlah spot-spot wisata Magelang dan Yogyakarta yang dijadikan lokasi shooting ikut melambung namanya, termasuk Punthuk Setumbu. Meski begitu, rupanya belum banyak yang mengetahui bahwa Punthuk Setumbu terletak di Desa Karangrejo. Punthuk Setumbu sendiri dipadati wisatawan sekitar pukul 4 pagi. Mereka datang berbondong-bondong untuk menyaksikan panorama Candi Borobudur menjelang matahari terbit. Hanya di saat-saat inilah Candi Borobudur terlihat seperti berada di atas awan.

Bertandang ke Desa Karangrejo dapat dijadikan ajang mendalami ilmu bercocok tanam secara organik. Sebab, di sepanjang Desa Karangrejo terhampar sawah dan tanah perkebunan. Penduduk desa pun tak segan melatih siapapun yang tertarik mempelajari proses bercocok tanam. Terkenal karena mampu memproduksi hasil perkebunan berkualitas, sebagai desa wisata, hasil kerajinan tangan dari Desa Karangrejo juga amat termahsyur. Kerajinan cetak batu dan kerajinan berbahan dasar atom fiber adalah dua dari sekian banyak jenis kerajinan unik dari Desa Karangrejo.

4. Desa Giritengah

Foto: instagram.com/balkondes_giritengah_official

Desa wisata Magelang terakhir adalah Desa Giritengah. Di antara tiga desa di atas, Desa Giritengah boleh dibilang desa yang menyimpan sejarah paling mendalam. Semasa memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, Pangeran Diponegoro sempat singgah di desa ini. Bukan cuma sebagai tempat persinggahan, tetapi juga tempat dirinya memasok senjata-senjata untuk melawan penjajah. Menyadari Pos Mati, begitu tempat ini dinamakan, mengandung nilai sejarah yang berharga, warga memastikan Pos Mati masih dalam kondisi terawat. Selain Pos Mati, Puncak Suroloyo tak kalah bersinar. Pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu sekaligus terpampang nyata dari bukit tertinggi di Gunung Menoreh ini.

Sebelum meninggalkan Desa Giritengah, nggak ada salahnya mendukung UMKM warga desa dengan membeli produk-produk unggulan mereka, yakni susu kambing dan madu. Madu yang ditawarkan oleh Koperasi Ternak Kambing Etawa bermacam-macam jenisnya. Ada madu manis kaliandra dan madu pahit. Pengen jajanan yang lebih mengenyangkan? Desa Giritengah juga menjajakan getuk asli Magelang. Panganan singkong ini biasa disantap dengan parutan kelapa, sehingga menghasilkan rasa gurih dan manis.

4 desa wisata Magelang yang RedDoorz sebutkan barusan hanyalah sebagian kecil dari destinasi desa wisata yang ada di Magelang. Setiap desa wisata memiliki ciri khasnya masing-masing bukan? Maka dari itu, jangan sampai melewatkan desa-desa wisata di Magelang ya!

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×