Loading...

Foto: Unsplash.com

Siapa sih yang nggak tahu Arab Saudi? Salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia dan negara yang banyak dikunjungi oleh penganut agama Islam di dunia untuk menunaikan rukun islam ke lima dan melaksanakan umrah. Nah, tiga tahun yang lalu di bulan November, aku pergi ke Arab Saudi bersama keluarga aku untuk melaksanakan umrah. Ini dia keseruan dan pengalaman aku selama berada di Arab Saudi. 

Di negara ini, aku mengunjungi tiga kota yaitu, Mekah, Madinah, dan Jeddah. Aku dan keluargaku berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat dan transit di Oman. Saat sampai di Oman, pramugari pesawat memberikan mainan kepadaku dan adik-adikku. Perjalanan dari Jakarta ke Oman ini memakan waktu sekitar tujuh jam. Lalu kami  langsung menaiki pesawat yang kedua menuju Madinah. Penerbangan kedua ini ditempuh sekitar tiga jam. Kami sampai di Madinah pada tengah malam, dan pramugari pesawat, memberikan kami mainan lagi. Walaupun mainan yang diberi sama dengan yang sebelumnya, tapi aku tetap senang dan bersyukur .Setelah kami mengurus paspor dan lain-lain, kami langsung pergi ke hotel untuk istirahat. Walaupun melelahkan, tapi aku sangat tidak sabar untuk melalui hari-hari di negeri ini.

Walaupun masih pagi dan dingin, keluargaku sudah sibuk mempersiapkan kebutuhan untuk melakukan tour Masjid Nabawi. Tapi, sebelumnya kita mampir ke restoran hotel untuk sarapan. Makanan di hotel itu adalah buatan penduduk Madinah, jadi rasanya masih asli. Setelah sarapan, kami bersiap-siap ke Masjid Nabawi.

Jarak hotel tempatku menginap dengan Masjid Nabawi tidak terlalu jauh. Hanya berjalan kaki beberapa menit pun sudah sampai. Tour hari ini berbeda dengan tour hari-hari selanjutnya. Keluargaku dan rombongan diberikan pengetahuan tentang masjid ini, mulai dari sejarah, hingga letak tempat-tempat penting seperti toilet, gerbang masuk dan lain-lain. 

Kami juga mengeksplor tempat-tempat di sekitar Masjid Nabawi seperti Museum Al Quran. Di sana kita bisa melihat berbagai macam dan bentuk Al Quran dari tahun ke tahun. Salah satu favoritku adalah Al Quran bertinta emas. Setelah mengunjungi Museum Al Quran, kami menuju Museum Asmaul Husna. 

Dalam perjalanan menuju Museum Asmaul Husna, salah satu adikku ingin pergi ke toilet. Setelah bertanya kepada tour guide, adikku pergi ke toilet ditemani ayahku. Sedangkan aku, ibuku, dan adikku yang lain pergi duluan ke Museum Asmaul Husna.

Di dalam Museum Asmaul Husna, kami diberi banyak pengetahuan tentang nama-nama Allah. Kami juga diberi contoh-contoh kebesaran Allah. Namun, ada satu hal yang hampir aku lupakan. Setelah setengah jam mengeksplor museum itu, ayah dan adikku belum menampakkan diri. Bahkan, setelah selesai mengeksplor museum pun, barang hidung mereka belum juga muncul. Berkali-kali ibuku berusaha menelpon ayahku, tapi teleponnya tidak juga diangkat. Karena sudah hampir waktu Salat Dzuhur, akhirnya aku, adikku, dan ibuku pergi untuk Salat di Masjid Nabawi.

Ini adalah pertama kalinya aku masuk ke Masjid Nabawi, karena tadi subuh, aku tidak ikut ke masjid. Saat masuk, hawanya terasa nyaman. Udara terasa sejuk di dalam. Dispenser Air Zam-zam berjejer rapi, agar pengunjung bisa mengambil airnya dengan gratis.

Setelah selesai Salat Dzuhur, tiba-tiba ada seorang wanita yang menepuk bahuku. Aku tidak mengenalnya, tapi kelihatannya ia dari Eropa. Aku pun menghampirinya. Wanita itu menaruh beberapa butir coklat di tanganku sambil tersenyum. Aku tersenyum juga kepadanya sambil berterimakasih.

Ibuku mencoba menghubungi ayahku. Tidak seperti tadi, ayahku bisa dihubungi sekarang. Akhirnya kami bertemu di salah satu pintu masuk masjid, dan kembali ke hotel.

Keesokan harinya, kami pergi mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Madinah, seperti Masjid Quba, Gunung Uhud, dan lain-lain. Di Masjid Quba, kami melaksanakan Salat Duha. Kami juga pergi ke salah satu pasar kurma. Pasar kurma disini unik banget lho. Di sini, kita bisa mencoba kurmanya secara gratis. Jadi kalian bisa memilih kurma mana yang kalian mau beli. Di sini kalian juga bisa nawar. Nah hal unik lainnya, di belakang pasar kurmanya ada kebun kurma. Jadi kalian bisa lihat pohon kurma yang sedang dipanen. 

Tak terasa kini kita sudah harus meninggalkan “Kota Yang Bercahaya” ini dan melanjutkan perjalanan ke Mekah. Setelah salat subuh, kami melihat payung raksasa Masjid Nabawi terbuka untuk pertama dan terakhir kalinya. Walaupun waktu sudah pagi, bulan masih bisa dilihat oleh mata telanjang saat payungnya terbuka. Semoga saja aku bisa melihat pemandangan itu lagi. 

Kami bersiap-siap pergi ke Mekah untuk melaksanakan umrah. Sebelum berangkat, kami pergi ke restoran hotel untuk sarapan. Seolah tahu hari ini hari terakhir kami, seorang pelayan memberikan aku dan adik-adikku masing-masing sebuah apel. Inilah salah satu hal yang aku sukai dari kota ini. Penduduk di sini sangat ramah kepada semua orang, bahkan kepada pengunjung.Tangan mereka terbuka lebar kepada semua pengunjung dan menganggap kami sebagai saudara mereka. Setelah semua siap, kami berangkat ke Mekah mengendarai bus.

Ibuku membangunkanku di sebuah tempat bernama Bir Ali. Di sini kami Salat Duha dan berihram untuk umrah. Setelah berniat umrah, kami melanjutkan perjalanan.

Lagi-lagi aku tertidur di perjalanan. Namun saat aku terbangun, aku bisa melihat hamparan pasir di depan mataku. Jalan yang kami lewati menembus gurun yang sangat luas. Ini pertama kalinya aku melihat gurun dengan mataku sendiri.

Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam, akhirnya kami tiba di Mekah. Setelah sampai kami segera melaksanakan umrah dimulai dari melakukan tawaf atau mengelilingi Ka’bah. Saat pertama kali melihat Ka’bah, aku terdiam terpesona. Masha Allah. Bahagia banget rasanya!

 Walaupun pelaksanaan tawaf ini sempat terpotong Salat Magrib, tapi kami berhasil menyelesaikannya. Setelah tawaf, kami melakukan salat sunah dan dilanjut dengan melaksanakan sa’i. Saat melaksanakan sa’i pun, kami dijeda oleh salat isya. Tapi kami juga menyelesaikannya dengan baik, walaupun saat putaran terakhir, adikku yang paling kecil berlari menerobos keramaian. Setelah selesai, kami pergi ke hotel, untuk melakukan tahalul dan beristirahat. 

Keesokan harinya, tak banyak yang kami lakukan. Hari ini kami mengelilingi Kota Mekah dan berbelanja di pusat perbelanjaannya. Kami mencoba makanan khas Mekah yang satu porsinya bisa dimakan tiga orang saking besarnya. Tapi yang paling penting rasanya enak banget. Kami juga membeli beberapa baju dan sajadah untuk digunakan di tanah air.

Hari Jumat telah datang dan hari ini kami akan melaksanakan Salat Jumat. Berbeda sama Indonesia, di sini saf perempuan penuhnya sama kayak saf laki-laki. Dan kalau di Indonesia masjid mulai penuh beberapa menit sebelum azan, sedangkan kalau kalian mau kebagian saf, kalian harus datang sebelum jam sepuluh pagi. Kalau datang lebih dari itu, biasanya kalian sudah tidak bisa masuk, dan harus salat di halaman masjid. Di sini juga disediakan air zamzam gratis setiap hari. 

Hari ini adalah hari terakhir kami di Mekah. Untuk menutup perjalanan ini, kami berkeliling dan mengunjungi tempat bersejarah di Mekah, seperti Jabal Rahmah, dan Gua Hira. Tak lupa kami juga membeli oleh-oleh untuk teman-teman dan keluarga di Indonesia. Kami juga membeli beberapa barang sebagai kenang-kenangan.

Waktu berlalu dengan cepat. Hari ini adalah akhir dari perjalanan kami. Sebelum pulang kami mengunjungi Kota Jeddah dan melaksanakan Salat Zuhur di Masjid Qishah. Masjid Qishas ini terletak di pesisir, sehingga kalian bisa melihat keindahan Laut Merah dari dekat. Setelah itu, kami pergi ke bandara untuk pulang ke tanah air.

Nah, itulah cerita perjalanan aku ke tiga kota di Arab Saudi.Saking menyenangkannya, aku ingin pergi ke sana lagi. Semoga kalian yang juga ingin ke sana, bisa segera pergi ke sana ya!

 

Nama Penulis: Pradipta Falisha Hirsam

Instagram: www.instagram.com/falisha_hirsam

Twitter: www.twitter.com/Mamifda

Facebook: Pradipta Falisha

Press Enter To Begin Your Search
×