Loading...

Menjadi mahasiswa baru artinya kamu harus siap menjalani peran dan tanggung jawab baru, yakni sebagai mahasiswa. Banyak hal juga istilah baru yang akan kamu temui di dunia perkuliahan, salah satunya adalah SKS. Sudah tau apa itu SKS? SKS adalah istilah yang sangat familiar di bidang perkuliahan lho. Selanjutnya, kamu bisa mengintip ulasan berikut ini untuk menambah pengetahuan dasar kamu.

sks adalah

Mahasiswa pasti familiar dengan istilah SKS. (Foto: freepik)

Apa Itu SKS? 

Menyiapkan dunia perkuliahan tidak hanya perkara pendaftaran kuliah. Kamu juga tidak dipusingkan dengan jurusan pilihan, tetapi juga mengenal perihal sistem penilaian di bangku perkuliahan. Sistem penilaian yang diterapkan di dunia perkuliahan berbeda dengan ketika kamu masih duduk di bangku SMA. Untuk itu kamu harus mengerti bagaimana proses penilaiannya. 

Begitu kamu resmi menjadi calon mahasiswa, biasanya pihak kampus sudah menginformasikan berapa jumlah SKS yang harus kamu tempuh. Karena memang setiap satu semester akan ada jumlah minimum dan juga maksimum SKS kuliah yang harus kamu penuhi. SKS sendiri adalah satuan bobot studi yang ada pada setiap mata kuliah yang nantinya kamu ambi.

Masing-masing mata kuliah yang akan kamu ambil akan memiliki SKS yang berbeda. Biasanya mulai dari 2 SKS hingga 4 SKS, dan ada juga yang bobotnya 6 hingga 8 SKS. Umumnya mata kuliah yang penting memiliki jumlah SKS yang tinggi. Mata kuliah penting mulai dari 4 SKS ke atas akan membuat kamu harus berjuang ekstra. Terutama mata kuliah 6 SKS atau 8 SKS yang biasanya berupa skripsi atau tugas akhir. Semakin tinggi nilai SKSnya maka semakin tinggi juga beban yang harus kamu pikul. Tidak hanya itu, SKS juga nantinya akan memberikan pengaruh pada berapa lama kamu melakukan kegiatan belajar mengajar dalam 1 minggunya.

Dalam sistem sks kuliah, 1 SKS menjadi 1 jam KBM yang akan kamu tempuh dalam waktu 50 menit. Sehingga kamu bisa memperkirakan kira kira jika 4 SKS berapa lama waktu kuliah di kelas yang harus kamu hadiri. Setiap perguruan tinggi tentunya memiliki peraturan yang berbeda terkait berapa sistem SKS ini. Tetapi meskipun demikian, umumnya SKS yang harus ditempuh agar kamu lulus adalah 144 SKS. Kamu harus mengerti SKS adalah karena nantinya akan sangat berkaitan dengan IPK atau nilai kamu. Semakin tinggi IPK atau IP yang kamu dapatkan, maka kamu akan memiliki kesempatan untuk mengambil SKS lebih besar di semester selanjutnya. 

SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester yang memang memiliki peranan besar dalam dunia perkuliahan. Tolak ukur kamu bisa mengambil berapa SKS memang ditentukan pada besaran IP yang kamu raih di semester yang lalu. Umumnya, pihak kampus akan memberikan syarat IP 3.01 agar kamu bisa mengambil 24 SKS dan jika kurang hanya 22 SKS saja.

Baca juga: Tips Cari Info Kosan Yang Mudah

Mengenal Apa Itu IP dan IPK 

Rasanya tidak lengkap jika dalam pemahaman dasar kamu hanya mengetahui perihal singkatan sks saja. Sebab ada beberapa hal lain yang juga saling berhubungan yakni IP dan IPK. Ketika melangkah ke jenjang perguruan tinggi, kamu akan lebih sering mendengar istilah ini. IP sendiri merupakan singkatan Indeks Prestasi dan IPK berarti Indeks Prestasi Kumulatif.

IP menjadi sistem penilaian yang diterapkan di perguruan tinggi. Dan didapatkan jumlah semua nilai mata kuliah kamu yang kamu selesaikan dalam 1 semester. Sementara untuk IPK merupakan gabungan nilai dari semester pertama hingga semester terakhir. Jika di SMA nilai ditentukan dalam bentuk angka dengan yang paling tinggi 100, maka di Perguruan tinggi nilai paling tinggi memiliki besar 4 dan dalam bentuk abjad yakni A. Besarannya memang 4, tetapi penulisannya nanti dalam bentuk huruf. A menjadi yang paling tinggi, hingga yang terakhir adalah E. Bobotnya akan menurun, A sama dengan 4, B berarti 3 dan seterusnya hingga di E yang berarti 0.

Beberapa perguruan tinggi menggunakan nilai tambahan +. Seperti B+ yang berarti 3,5 dan C+ yang berarti 2.5. IPK dan IP tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan kamu dalam menempuh kuliah, tetapi juga akan menentukan berapa jumlah SKS yang kamu ambil. Sehingga jika nanti jumlah SKS yang kamu tempuh tidak sama dengan teman kamu.

Dalam Perkuliahan Juga Ada Pengisian KRS

Setelah mengetahui arti sks dalam perkuliahan dan juga IPK serta IP, kamu juga harus tahu KRS. Rasanya pembahasan terkait KRS ini memang tidak bisa diabaikan begitu saja. Mungkin kamu bertanya tanya, apakah KRS dan SKS berkaitan? Maka jawaban adalah ada kaitannya dan kamu harus memahaminya agar tak salah langkah.

KRS kepanjangan dari Kartu Rencana Studi yang nantinya semua daftar mata kuliahmu serta SKSnya akan tercantum di sana. Daftar mata kuliah yang dimaksudkan adalah yang akan kamu tempuh dalam semester ke depan. Bukan yang telah kamu selesaikan, mengingat namanya adalah Kartu Rencana dan memang ada dalam perencanaan selama 1 semester ke depan.

Dalam KRS dimuat data lengkap kamu, mulai dari Nama, angkatan, fakultas, jurusan dan tak ketinggalan Nomor Induk Mahasiswa atau NIM. Nantinya setiap kali akan memulai perkuliahan dalam semester baru kamu harus mengurusnya. SKS adalah menjadi bagian penting dalam pengisian KRS nantinya.

Apabila kamu mengisi KRS setiap semester, maka akan membuktikan bahwa kamu masih aktif menjalani perkuliahan. Jika kamu melewatkan jadwal pengisian KRS maka artinya kamu cuti semester tersebut. Cara pengisian KRS ini nantinya akan dilakukan di masing masing website resmi dari universitas. Tidak sulit hanya saja kamu perlu untuk memperhatikan beberapa hal.

Tips Menentukan Satuan Kredit Semester Selama Kuliah

sks adalah

Menentukan jumlah SKS yang diambil tiap semester. (Foto: freepik)

Mengisi KRS memang bukanlah hal yang sulit dilakukan. Kamu sendiri juga sudah mengetahui apa itu sks dan berhubungan dengan IPK hingga KRS. Tetapi kamu perlu untuk memiliki strategi khusus agar tidak salah menentukan rencana kuliah kamu. Semakin banyak SKS yang kamu ambil kamu akan cepat lulus. Simak tipsnya berikut.

1. Memperhatikan Mata Kuliah Wajib Serta Berjenjang

Tidak seperti sekolah yang kamu hanya tinggal datang dan menerima pelajaran dari guru. Saat duduk di bangku kuliah kamu yang menentukan akan belajar apa semester ini. Walaupun umumnya di semester satu mata kuliahnya merupakan mata kuliah paket. Semua akan mengambil jumlah SKS yang sama dan mata kuliah yang sama, namun di semester berikutnya kamu harus benar benar memperhatikan mata kuliah.

Dari sekian banyak matkul, kamu harus memprioritaskan mata kuliah wajib. Terutama jika matkul wajib tersebut berjenjang. Maksudnya, jika kamu tidak mengambilnya atau tidak lulus, kamu tidak akan bisa mengambil mata kuliah selanjutnya. Karena mata kuliah ini tersebar dalam beberapa semester, maka kamu perlu untuk mencatatnya. Catata saja matkul wajib mana yang sudah kamu ambil dan yang belum. Tidak lupa cantumkan, pada semester berapa kamu bisa mengambil mata kuliah tersebut. Perhatikan juga semesternya, apakah genap atau ganjil. Belum lagi, kamu juga harus memperhatikan syarat agar bisa mengambilnya. Misalnya, kamu baru bisa mengambil matkul Statistika setelah menempuh 40 sks. Mata kuliah berjenjang ini harus masuk dalam prioritas utama kamu. Barulah kamu mengambil mata kuliah wajib yang tidak berjenjang. 

Tidak ketinggalan, kamu juga harus sudah mulai menentukan matkul yang menentukan konsentrasi ke depan. Barulah kamu bisa menginput mata kuliah pilihan lainnya. Strategi seperti ini akan memudahkan kamu untuk menghadapi semester yang akan datang. Kamu yang ingin mengejar lulus cepat juga bisa mencobanya.

2. Jumlah SKS

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah jumlah SKS yang akan kamu ambil. Satuan Kredit Semester atau SKS yang ditentukan oleh IP bisa kamu ambil sedikit atau banyak. Misalnya saja kamu bisa mengambil 24 SKS, maka sebenarnya berapa jumlah ideal SKS yang harusnya kamu ambil? Jawabannya bergantung pada kesibukan dan kesanggupan kamu.

Dalam dunia perkuliahan ada beberapa tipe mahasiswa, mahasiswa yang fokus kuliah saja, membagi dengan aktivitas lain dan juga mahasiswa biasa saja. Kelompok mahasiswa smart atau full kuliah umumnya memiliki IQ rata rata. Tidak ada gangguan di luar akademik baik untuk organisasi atau bekerja.

Umumnya mahasiswa tipe ini akan mengambil 24 SKS tiap semester karena Ipnya tinggi. Selain itu mereka juga bisa lulus cepat yani 7 semester karena memang hanya belajar. Sementara tipe yang kedua mahasiswa yang juga IQ tinggi, tapi ada kegiatan lainnya. Apabila mereka mengambil 24 SKS, maka harus benar benar disiplin mengatur waktu.

Jika tidak maka akan menyebabkan nilai mereka turun dan semester berikutnya SKS akan sedikit. Satu semester kamu terpeleset, maka masa lulusmu bisa mundur 1 semester. Dan untuk kelompok yang terakhir, misalnya mengambil 20 SKS maka harus full belajar. Namun kebanyakan tipe ini adalah mereka yang sibuk di kampus atau di luar.

Sehingga jika memaksa mengambil SKS 24 maka nilai IPK bisa menjadi jelek. Hanya saja banyak tipe ini yang mengikuti teman dan memaksa ambil 24 SKS. Padahal waktu belajarnya tidak banyak sehingga IP nya jelek. Dan jika ada yang tidak lulus matkul maka harus mengulang lagi. Untuk itu kamu harus hati hati menentukan strategi ini.

sks adalah

IPK bisa menentukan jumlah SKS yang dapat diambil. (Foto: freepik)

3. Update Kebijakan Kampus

Bukan hanya mengenali kemampuan diri sendiri, kamu juga harus menjadi mahasiswa yang tidak kudet. Jangan sampai hanya tahu singkatan SKS tetapi tidak tahu jika ada kebijakan yang telah berubah. Kamu juga harus memastikan jika dalam pengambilan matkul, tidak ada jadwal yang bentrok. 

Mengapa penting tahu update kampus? Sebab ada beberapa kasus dimana seorang mahasiswa tidak bisa maju skripsi, lantaran matkul semester sebelumnya ada yang tertinggal. Padahal sebelumnya bukan matkul wajib, dan baru baru saja harus kamu ambil. Hal ini tentunya tidak boleh terjadi dan sebaiknya diminimalisir.

SKS adalah hal penting yang juga harus kamu konsultasikan dengan PA. Biasanya PA dan mahasiswa akan duduk bersama untuk membahas sudah berapa SKS yang telah kamu tempuh. Kamu juga sebaiknya teliti ketika menginput KRS kamu. Jangan menundanya, karena bisa jadi kelas yang kamu inginkan sudah terpenuhi kuotanya. 

Itulah beberapa ulasan singkat mengenai sistem perkuliahan yang harus kamu ketahui. Hal ini memang wajib diketahui oleh semua calon mahasiswa, baik yang kost Bandung atau kota lainnya. Sembari mengurus berkas perkuliahan kamu, tak ada salahnya untuk menambah wawasan agar kami tidak kebingungan nanti.

Untuk kamu yang masih bingung cari kosan, kamu bisa pilih KoolKost dari RedDoorz, misal kamu ingin cari KoolKost di Bandung, kamu tinggal buka Aplikasi RedDoorz lalu pilih Kost Houses dan masukkan kata kunci Bandung pada fitur Search KoolKost, setelah itu kamu akan mendapatkan list kosan yang ada di Bandung lengkap dengan harga sewa dan fasilitas yang diberikan, jadi kamu bisa pilih kosan yang sesuai dengan budget dan fasiltias yang kamu inginkan. Tunggu apalagi yuk mulai cari kosan di Bandung atau yang terdekat dengan kampus kamu sekarang!

Press Enter To Begin Your Search
×