Loading...

Sebelum memasuki dunia kerja, umumnya setiap universitas akan mengadakan pelatihan khusus sebagai bekal bagi peserta didiknya. Serangkaian pelatihan yang dimaksudkan bukan tentang hardskill semata, namun lebih mengarah ke softskill. Softskill adalah kemampuan alami dalam diri seseorang, sehingga penting untuk mengasahnya agar tetap terasah dengan baik.

softskill adalah

Softskill adalah salah satu hal yang penting dalam dunia kerja. (Foto: freepik)

Mengenal Perbedaan Softskill dan Hardskill

Kamu pasti sering mendengar pentingnya softskill di dalam dunia kerja. Walaupun seringkali mendengarnya, nyatanya masih banyak yang belum memahami arti sebenarnya. Padahal memahami arti dari soft skill sendiri tidak kalah penting diketahui, karena masih berkaitan erat dengan keberhasilan dalam dunia kerja.

Softskill sebenarnya bisa diartikan sebagai bakat namun dalam bentuk sedikit berbeda. Ada pula yang mengartikan soft skill sebagai kemampuan non teknis dalam diri seseorang dan terbentuk secara alami. Kemampuan ini sangat diperlukan di dunia kerja, oleh karenanya universitas kerap memberikan pelatihan khusus sebelum melepaskan para mahasiswa mahasiswinya. 

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa softskill adalah kemampuan non teknis dan tumbuh secara alami. Dengan kata lain, kemampuan ini tidak dapat dipelajari selama berada di pelatihan, sekolah, atau bahkan di bangku perkuliahan sekalipun. Walaupun tidak dapat dipelajari secara langsung, setidaknya kamu bisa mengasah kemampuan tersebut dengan berbagai cara. 

Lalu apa perbedaan softskill dan hardskill ? Perbedaan keduanya bisa dilihat dari asal muasal pembagiannya sendiri, dimana hardskill berhubungan erat dengan IQ sedangkan softskill berhubungan dengan EQ. Dari perbedaan ini kamu tentu memahami bahwa seseorang yang dikaruniai kecerdasan tinggi, maka nilai IQ akan semakin tinggi pula. Sedangkan menurut pengertian softskill  itu sendiri, EQ lebih mengarah kepada kemampuan tentang mengontrol emosi diri sendiri beserta lingkungannya serta mengidentifikasi suatu hal. Jika softskill lebih mengarah pada keahlian dan berkaitan erat dengan kepribadian, maka hardskill adalah pekerjaan teknis yang selalu dibutuhkan saat melamar pekerjaan impian. 

Untuk lebih memudahkan memahaminya, kamu bisa membayangkan jika dirimu adalah seorang pegawai restoran. Jika kamu memiliki kemampuan memahami bagaimana prosedur melayani pelanggan, maka hal tersebut masuk ke dalam hardskill. Sedangkan kemampuan berkomunikasi dengan baik dengan para pelanggan, merupakan soft skill yang wajib kamu latih. 

Baca juga: Mengapa Belajar Bahasa Inggris Penting Sedari Kuliah

Softskill yang Wajib Dimiliki oleh Mahasiswa

softskill adalah

Softskill adalah hal yang tak kalah penting dilatih untuk persiapan memasuki dunia kerja. (Foto: freepik)

1. Kemampuan Berkomunikasi

Mampu berkomunikasi dengan baik kepada sesama karyawan atau atasan, merupakan softskill yang dibutuhkan di dunia kerja. Bahkan komunikasi bisa menjadi sebuah kunci sukses untuk beradaptasi dan berbicara dengan orang lain. Sayangnya masih banyak mahasiswa yang meremehkan pentingnya komunikasi. 

Apabila komunikasi berjalan baik, tentu lawan yang diajak bicara akan memahami ucapan serta gaya bahasamu. Sedangkan mereka yang tidak mempedulikan pentingnya komunikasi, tentu akan terjebak dalam kesulitan karena tidak mampu mengutarakan aspirasinya sesuai tempatnya. Bahkan berkat komunikasi, kamu bisa mengetahui waktu meletakkan diri ketika menghadapi situasi tertentu. 

Kemampuan berkomunikasi terdiri dari beberapa jenis yang terdiri dari kemampuan persuasi, kemampuan berbicara di depan umum, kemampuan presentasi, kemampuan bernegosiasi, kemampuan membaca body language dari lawan berbicara, hingga kemampuan berkomunikasi secara nonverbal seperti gesture tangan atau wajah. 

Baca Juga: Tips Interview Untuk Freshgraduate

2. Kemampuan Memimpin

Kemampuan memimpin tidak kalah penting untuk dimiliki oleh seorang mahasiswa yang ingin menjadi generasi pemimpin berikutnya. Bahkan kepemimpinan juga bisa dimasukkan sebagai softskill dalam cv. Yang dimaksudkan dari kemampuan kepemimpinan disini, sangat berkaitan erat dengan kemampuan mengambil keputusan serta bagaimana cara menangani banyak orang sekaligus. 

Sebelum mendedikasikan sebagai seorang pemimpin, setidaknya kamu harus memiliki beberapa kemampuan tambahan lainnya. Contohnya saja seperti kemampuan mentoring, kemampuan manajemen konflik, kemampuan supervisi, dan masih banyak kemampuan lainnya. Kemampuan ini tidak hanya dibutuhkan oleh orang tertentu saja, sebab setiap orang harus memilikinya. 

Perusahaan sangat membutuhkan karyawan yang memiliki kemauan dalam memimpin baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Mereka akan memimpin dalam pekerjaan mereka, sehingga hasilnya lebih optimal dan memuaskan. Jiwa kepemimpinan di dalam dirinya, juga membawanya agar orang lain tetap terarah dan dapat menyelesaikan tugas dengan baik. 

3. Kemampuan Mendengar 

Selama ini kita selalu ditekankan pentingnya memiliki kemampuan berbicara di depan umum, namun masih belum banyak yang menekankan bahwa kemampuan mendengar juga tidak kalah penting dimiliki. Seorang karyawan yang memiliki kemampuan ini, tentu saja mampu memahami instruksi atasan dengan baik tanpa ada yang terlewatkan. 

Mendengarkan seseorang berbicara mampu menghadirkan berbagai keuntungan bagi diri sendiri dan bagi kemajuan serta kesuksesan perusahaan. Kemampuan ini juga membuat lawan bicara merasa dihargai karena kamu mau mendengarkan ucapannya hingga akhir tanpa disela. Sayangnya masih banyak orang yang menyepelekan kemampuan satu ini. 

4. Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Baru 

Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru termasuk kemampuan yang wajib dimiliki oleh mahasiswa yang ingin terjun ke dunia kerja. Dengan kata lain, mengandalkan kemampuan yang dimiliki tidak cukup untuk bisa bertahan di dalam pekerjaan. Sebab ada kalanya kamu harus melakukan pekerjaan secara tim dan lebih banyak mengandalkan kerjasama. 

Seorang karyawan yang tidak memiliki jenis soft skill ini tentu akan mengalami kesulitan ketika diterjunkan dalam pekerjaan tim. Sebab tanpa adanya komunikasi antar anggota tim, maka pekerjaan tidak dapat selesai dengan mudah. Oleh sebab itu, jangan meremehkan pentingnya beradaptasi dengan lingkungan baru demi kesuksesan proyek yang tengah ditangani. 

5. Kerjasama Tim

Dunia kerja memang berbeda saat duduk di bangku sekolah, karena kamu harus bisa bertanggung jawab dengan setiap tugas yang dikerjakan. Walaupun dunia kerja akan sangat bergantung dengan kemampuan yang dimiliki, namun jangan lupa bahwa ada proyek besar yang siap menunggu di masa depan. Tentu saja keberhasilan proyek hanya bisa diraih dengan kerjasama tim. 

Tanggung jawab dan beban dalam kerja sama tim tidak kalah besar seperti beban bekerja sendiri. Inilah mengapa penting untuk membangun keinginan untuk bekerja sama demi keberhasilan proyek yang tengah diemban. Setidaknya ada beberapa kemampuan lainnya yang masih berkaitan erat dengan kemampuan kerjasama tim. 

Beberapa kemampuan yang berhubungan dengan kerjasama tim adalah kemampuan menjaring network, mampu berkomunikasi dengan baik, menerima keberagaman, kemauan menerima feedback dari lawan bicara, memiliki rasa empati, dan masih banyak lagi lainnya. Dengan bekal kemampuan tersebut, proyek dapat berjalan lancar dan sukses seperti yang diidamkan. 

6. Etos Kerja

Etos kerja termasuk salah satu softskill yang harus dimiliki oleh setiap karyawan. Seorang karyawan yang memiliki kemampuan tersebut, ada kemungkinan dapat menyelesaikan setiap pekerjaannya dengan baik dan berkualitas. Etos kerja sendiri berkaitan erat dengan kemampuan lain seperti perencanaan matang, kemampuan multitasking, dedikasi tinggi, hingga deadline terpenuhi. 

7. Berpikir Kritis 

Perusahaan tentu sangat menyukai karyawan yang mampu bersikap kritis dalam berbagai hal. Sebab seseorang yang kritis akan berusaha menganalisis setiap situasi sekitarnya bahkan jauh sebelum mengambil sebuah keputusan final. Selama proses itu pula, banyak pertimbangan yang akan dipikirkan agar tidak terjadi kesalahan.

Berpikir kritis ternyata menyangkut beberapa softskill lainnya seperti kemampuan berpikir logis, selera artistik tinggi, fleksibilitas, kreativitas, rasa ingin tahu cukup tinggi, kemampuan memecahkan permasalahan, kemauan mempelajari hal baru, dan masih banyak lagi lainnya. Hal ini sesuai dengan pengertian softskill adalah kemampuan teknis yang berkaitan dengan EQ seseorang. 

Cara Jitu Mengasah Softskill

softskill adalah

Ikuti workshop untuk meningkatkan softskill. (Foto: freepik)

1. Rajin Mengikuti Workshop

Saat menjajaki bangku perkuliahan, tentu kamu tidak asing mengikuti workshop atau seminar yang diadakan oleh kampus atau organisasi lainnya. Setelah mengikuti seminar tersebut, para peserta akan mendapatkan sertifikat. Namun cukup disayangkan karena masih banyak mahasiswa yang tertarik mengikuti seminar karena iming iming sertifikat semata. Padahal materi yang disampaikan saat workshop dapat menambah ilmu dari sang ahli secara langsung. Otomatis mengikuti workshop dan seminar secara rutin bisa menjadi cara mengasah softskill terbaik yang bisa kamu coba. Tidak hanya itu saja, pasalnya selama workshop kamu juga disajikan dengan isu isu hangat yang menarik untuk dikupas tuntas. 

Secara tidak langsung, kamu bisa memahami berbagai fenomena yang sedang hangat diperbincangkan dan tahu bagaimana cara menyikapinya. Di tempat ini pula para peserta akan diajak untuk berpikir kritis terhadap permasalahan tersebut. Daripada mendapatkan ilmunya sendiri, akan lebih baik jika mengajak anak kost mendatangi workshop tersebut. 

 2. Ikut Serta Dalam Acara Outbound

Umumnya setiap kampus akan menambahkan kegiatan outbond di setiap kegiatannya, agar para peserta tidak bosan sekaligus mengasah soft skill yang dimilikinya. Tentu saja acara tersebut tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pasalnya beberapa permainan harus diselesaikan dengan kerjasama tim, dan beberapa permainan lainnya membuatmu berpikir kreatif. 

Selama permainan berlangsung, kemungkinan kamu tidak menyadari bahwa dirimu diajak mengasah kemampuan di dalam diri agar bangkit dan berkembang. Sebab di saat menjalani sesi outbond, kamu harus berusaha memutar otak untuk menyelesaikan permasalahan di depan mata. Dengan kata lain, acara outbond adalah tempat bermain dan belajar tanpa pernah terasa membosankan.  

3. Aktif Mengikuti Organisasi

Sejak resmi menjadi mahasiswa di suatu universitas, tentu saja kamu akan dikenalkan dengan berbagai organisasi yang bisa diikuti sesuai dengan minat dan bakat. Tidak perlu banyak, namun setidaknya kamu bisa mengikuti satu atau dua organisasi agar tugas utama sebagai pelajar tidak terbengkalai begitu saja. 

Disadari atau tidak, mengikuti organisasi selama masa perkuliahan termasuk salah satu cara mengasah soft skill bagi mahasiswa. Sebab hal terpenting dalam mengikuti organisasi tersebut yaitu tetap loyal dan menyelesaikan semua kewajiban dengan baik. Misalnya ketika kamu memiliki ketertarikan dalam mendalami bidang seni, maka organisasi terkait kesenian sangat cocok diikuti. 

Selama mengikuti organisasi, secara otomatis dirimu akan diberikan kesempatan untuk mengasah softskill. Mulai dari kemampuan menjalin koneksi dan relasi dengan orang lain, menghargai pendapat satu sama lain, mengasah kemampuan kerjasama tim, mempelajari sistem birokrasi, memecahkan permasalahan, dan tentu saja ilmu mendalami bidang seni itu sendiri. 

4. Belajar Mengatur Waktu 

Tentunya kamu ingat bahwa softskill adalah kemampuan alami yang hanya bisa diasah. Dengan kata lain belajar mengatur waktu termasuk di dalamnya. Jika kamu hingga detik ini mengeluhkan tugas terus menumpuk tanpa pernah berkurang, sepertinya manajemen waktu yang dimiliki masih perlu diasah kembali. 

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa soft skill harus terus diasah sejak dini dan akan sangat dibutuhkan ketika sudah terjun ke dunia kerja. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan tersebut. Tentu saja softskill dan hardskill harus berjalan seimbang demi kesuksesan di masa depan.  

Kalau kamu ambil workshop online dari kosan, kamu perlu mencari kosan yang nyaman untuk bisa kondusif belajarnya, dan juga pastinya akses wifi gratis agar bisa lebih lance saat workshop, salah satu pilihannya adalah KoolKost dari RedDoorz. Fasilitas yang diberikan cukup lengkap dengan kamar yang sudah disediakan kasur yang nyaman, lemari pakaian yang cukup besar untuk keperluan penyimpanan pakaian kamu, ada juga meja dan kursi untuk belajar, ada wifi gratis, selain itu ruangan kamar juga sudah dilengkapi dengan AC sehingga kamu akan merasa nyaman di kamar kosan.

Press Enter To Begin Your Search
×