Loading...

jajanan murah

Keberadaan jajanan tradisional yang beraneka rupa semakin terkesampingkan dengan jajanan-jajanan yang berasal dari luar negeri dan masuk ke Indonesia. Hal ini terutama bagi kaum milenial yang sangat menyambut baik akan jajanan-jajanan dari luar negeri tersebut karena tampak unik dan tentunya tidak ada di Indonesia. Namun, keberadaan dari jajanan khas Indonesia ini tidak bisa hilang begitu saja, walaupun ada beberapa yang mulai langka atau sulit ditemukan di pasar atau penjaja jajanan. 

Bagi anak-anak kost, seperti kost di Surabaya tentu disela-sela kesibukannya membutuhkan cemilan yang enak tetapi murah. Apalagi bagi anak kost yang mahasiswa benar-benar harus mengelola keuangannya dengan sebaik mungkin. Dan jajanan tradisional Indonesia inilah solusinya yang mudah sekali untuk ditemukan di pasar-pasar tradisional, seperti klepon. Di mana kamu bisa mendapatkan dan mencicipi berbagai jajanan lainnya tanpa harus menguras kantong.

Bahkan di zaman sekarang ini sudah banyak orang kreatif yang berhasil berinovasi untuk membuat jajanan khas Indonesia tersebut menjadi lebih modern dan ramah terhadap milenial. Sehingga, para milenial pun merasa tertarik dan penasaran untuk mencobanya. 

Jajanan Tradisional yang Masih Populer Sampai Sekarang

jajanan tradisional

Getuk salah satu jajanan khas Indonesia (source:pexels.com)

Bagi kamu penggemar jajanan khas Indonesia dan sering kali memburu jajanan tersebut di pasar tradisional, maka tidak akan sulit bagi kamu untuk menyebutkan apa saja jajanan tersebut. Namun, bagi kamu yang belum familiar, maka kini saatnya kamu untuk mengenal dan lebih dekat lagi dengan beragam jajanan itu. Dengan begitu, kamu pun bisa berinisiatif di hari minggu pagi untuk pergi ke pasar tradisional dan berburu jajanan legendaris. Berikut adalah beberapa jajanan yang perlu kamu ketahui.

Klepon 

Siapa yang tidak kenal dengan klepon? Jajanan tradisional yang sudah populer di beberapa daerah di Indonesia ini memang memiliki daya tarik tersendiri dan banyak digemari oleh sebagian besar orang. Klepon sendiri adalah jajanan tradisional Jawa yang secara umum digambarkan sebagai jajanan yang berbentuk bulat, berwarna hijau dengan lumuran parutan kelapa, serta di bagian dalamnya berisi gula merah cair. Sehingga, saat kamu menggigit penganan ini akan langsung keluar gula merah cair tersebut yang akan memberikan sensasi unik. Perpaduan rasanya yang manis dan gurih ini benar-benar akan membuat kamu ketagihan untuk memakannya lagi dan lagi. 

Bahkan saat ini sudah banyak orang yang berinovasi membuat klepon ini yang tidak hanya berwarna hijau. Tetapi membuatnya menjadi warna-warni dengan isian yang juga beragam. Seperti coklat, stroberi, keju, dan sebagainya. Dan dengan begitu, klepon ini pun bisa menembus kafe atau rumah makan modern untuk menemani nongkrong para millennial sembari ngopi.

Serabi

Bukan hal yang asing lagi keberadaan serabi di tengah masyarakat. Di mana panganan tradisional ini berasal dari tepung beras yang dimasak dengan menggunakan cetakan berbentuk bulat. Tekstur serabi yang lembut dengan siraman kuah kinca yang manis karena perpaduan antara gula merah dan santan membuatnya semakin lezat disantap, terutama saat pagi hari. Tetapi, ada juga serabi yang bisa kamu santap tanpa menggunakan kuah kinca ini dan biasanya menjadi oleh-oleh ketika kamu pergi ke Kota Solo. 

Di Kota Solo, serabi tersebut berbentuk bulat dan tidak terlalu tebal dengan bagian pinggirnya yang tipis serta berwarna kecokelatan, lalu di bagian tengah diberi toping, seperti coklat dan pisang. Kemudian serabi tersebut digulung dan dikemas menggunakan daun pisang. Sajian seperti ini juga tidak kalah sedap dan cocok sekali untuk buah tangan. Bahkan untuk mengikuti selera para milenial, ada juga serabi yang diberi topping seperti sosis untuk memberikan keunikan serta perpaduan antara jajanan yang tradisional dan modern. 

Kue Putu

Kue putu  ini masih sering ditemukan di jalan-jalan, baik dijajakan dengan menggunakan sepeda maupun motor dan bunyinya yang sangat khas dari bumbung bambunya untuk memasak putu tersebut. Biasanya para penjaja ini keluar berjualan saat sore atau malam hari dengan berkeliling. Sehingga, cocok sekali untuk menemani kamu beraktivitas malam, sembari makan putu yang masih hangat. Terutama untuk anak-anak kost yang belajar di malam hari dan membutuhkan cemilan malam.

Putu ini dibuat dari tepung beras, gula jawa, serta taburan parutan kelapa di permukaannya dengan warna kue berupa hijau atau putih. Cara pembuatannya yang dikukus dengan bambu dan dibuat saat ada pembeli memang unik sekali dan menjadi daya tarik tersendiri untuk pembeli. Bahkan aroma kuenya yang harum itu membuat air liur serasa ingin keluar.

Kue Cucur

Kue cucur atau kucur adalah jajanan kue tradisional yang masih mudah untuk kamu jumpai di pasar-pasar tradisional atau di acara-acara pernikahan adat Jawa. Biasanya mereka akan menyajikan kue ini untuk para tamu. Kue cucur sendiri terbuat dari adonan tepung beras yang dicetak berbentuk bulat. 

Rasanya manis dan berminyak. Jika biasanya kue cucur ini disajikan dengan warna cokelat, namun saat ini sudah banyak yang berinovasi untuk membuat kue cucur dengan berbagai warna menarik dan beragam rasa. Misalnya saja warna hijau, merah, dan sebagainya. Sehingga cara ini sangatlah efektif untuk membuat anak-anak muda tertarik dan ingin mencobanya sebagai sajian di saat kumpul-kumpul. 

Getuk Lindri

Getuk lindri memang idola dan masih eksis sampai sekarang. Walaupun panganan tradisional ini termasuk jadul, namun bukan hal yang sulit bagi kamu untuk bisa menemukannya. Bahkan masih ada penjaja yang menjualnya dengan menggunakan gerobak secara berkeliling sembari membunyikan musik dangdut yang keras sebagai ciri khasnya. Getuk lindri sendiri campuran singkong, gula pasir, kelapa parut, vanili, dan pewarna. Bahkan ada juga yang menggunakan pewarna alami seperti menggunakan buah naga untuk memberi warna merah, daun pandan untuk warna hijau, dan sebagainya. Hal inilah yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri serta teksturnya yang lembut sangatlah nikmat ketika masuk ke mulut kamu.

Cenil

jajanan tradisional

Cenil makanan khas Indonesia dengan manis gula aren (source:pexels.com)

Jajanan berwarna-warni yang berbentuk bulat maupun memanjang ini seringkali ditemukan di pasar tradisional dan dikemas dengan menggunakan daun pisang. Di mana cenil ini dibuat dari singkong atau ketela pohon. Di dalam penyajiannya, jajanan ini pun akan dilumuri dengan parutan kelapa dan terkadang juga diberi taburan gula pasir. Sehingga perpaduan antara  rasa gurih dan manis benar-benar mampu memanjakan lidah kamu. Apalagi tekstur cenil ini yang lembut dan saat masuk ke tenggorokan, kamu akan merasakan adanya rasa dingin di tenggorokan. Jadi, bagi kamu yang belum pernah mencobanya, bisa sekali-kali mencari dan mencicipinya.

Onde-Onde 

Salah satu panganan tradisional berbentuk bulat, berisi kacang hijau dengan taburan wijen di permukaannya ini sangatlah populer di kalangan masyarakat Indonesia. Kamu bisa dengan mudah menjumpainya di pasar maupun di pinggir-pinggir jalan saat pagi hari yang menjual beragam jenis jajanan pasar. Onde-onde sendiri berasal dari ketan dan tepung terigu yang diisi dengan kacang hijau yang sudah dihaluskan kemudian dilumuri wijen dan digoreng. Ukuran yang dijual pun cukup beragam. Ada yang kecil dan ada yang besar. Nikmat sekali untuk menemani duduk-duduk santai kamu bersama keluarga saat pagi hari atau sore hari sambil menyeruput teh.

Dadar Gulung

Jajanan yang satu ini sering juga disebut dengan nama pancake. Bedanya pancake yang ini digulung dan bagian dalamnya diberi campuran parutan kelapa dan gula merah. Perpaduan rasa gurih dan manisnya sangat terasa. Dan ketika kamu menggigitnya, teksturnya pun sangat lembut sampai kamu menemukan isian dari dadar gulung tersebut untuk mendapatkan kombinasi yang sangat unik di lidah. Biasanya dadar gulung yang banyak dijual di pasaran adalah berwarna hijau. Ini cocok sekali untuk kamu yang akan berangkat kerja atau kuliah namun tidak sempat sarapan, bisa membelinya untuk mengisi perut di pagi hari.

Lupis 

Jika dilihat secara langsung, lupis ini sebenarnya mirip dengan lontong. Namun saat kamu mencobanya, maka baru bisa merasakan bahwa lupis ini terbuat dari ketan serta diberi taburan parutan kelapa dan disiram dengan cairan gula merah yang manis. Saat kamu memasukkannya ke mulut, ada sensasi rasa dingin yang bisa kamu rasakan di tenggorokan dan bertemu dengan rasa manis serta gurihnya parutan kelapa.

Baca Juga: Makanan Khas Sunda yang Dikangenin Anak Kosan Asal Jawa Barat

Semar Mendem

Jika kamu pernah makan lemper, maka semar mendem ini mirip sekali dengan lemper. Namun, bedanya semar mendem ini tidak dibungkus dengan daun pisang, tetapi menggunakan adonan dari telur serta tepung terigu yang didadar. Di dalamnya biasanya diisi dengan ayam yang dipotong kasar. 

Kue Mangkok

Kue tradisional ini juga masih populer hingga saat ini. Bahkan masih banyak yang menggunakannya untuk suguhan pada acara-acara tertentu. Kue mangkok sendiri terbuat dari tepung beras, tepung terigu, dan tapai singkong yang dikukus. Bentuknya yang menyerupai mangkok, sehingga dinamakan kue mangkok. Kamu bisa dengan mudah menemukannya di pasar dan biasanya sudah diberi alas berbentuk mangkok yang terbuat dari kertas dan dimasukkan ke plastik bening. Seiring dengan berjalannya waktu, kue mangkok ini pun semakin beragam warnanya yang sangat menarik. Ada merah, hijau, ungu, putih, kuning, dan sebagainya. Jadi, siapapun yang melihatnya akan tergoda untuk mencicipi.

Kue Lapis

Kue ini sudah ada sejak lama sekali dan masih bisa ditemukan dengan mudah sampai saat ini. Bentuknya yang berlapis-lapis inilah yang membuatnya memiliki nama kue lapis. Warnanya pun sangat beragam. Ada yang hanya menggunakan satu warna, atau ada juga yang mengkombinasikan warna. Kue lapis sendiri terbuat dari tepung beras, tepung kanji, santan, gula pasir, garam, dan pewarna dengan teksturnya yang sangat lembut dan sedikit kenyal. Anak-anak pun suka menyantap kue ini dan biasanya dimakan dengan cara melepaskan setiap lapisan kue dan memasukkan ke mulut satu per satu lapisan. Ini menjadi keasyikan tersendiri saat sedang menikmati kue lapis. Apalagi sambil ditemani dengan secangkir teh.

Dengan begitu, keberadaan kesemua jajanan tradisional tersebut masihlah populer hingga saat ini. Dibuktikan dengan masih mudahnya kamu untuk menemukannya, terutama pada pasar-pasar tradisional di berbagai daerah di Indonesia. Panganan ini walaupun sudah sangat tua umurnya, namun karena para pembuatnya mampu berinovasi dan mengkombinasikan dengan cita rasa modern, maka para milenial pun tidak bisa menolak untuk menyantapnya, apalagi untuk anak-anak kos yang menginginkan cemilan enak tapi ramah di kantong.

Termasuk juga RedDoorz yang kini berinovasi untuk menawarkan sewa kos-kosan dengan cara digitalisasi. Dengan memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang, RedDoorz menyediakan fitur booking kosan langsung dari smartphone kamu.

Melalui jaringan KoolKost nya kini kamu bisa mencari kost dekat dengan kampus tempat kamu kuliah dengan fasilitas terbaik tetapi harga sewa yang terjangkau. Bahkan kamu bisa sewa kos harian atau bulanan. 

Press Enter To Begin Your Search
×