Loading...

Tak hanya terkenal akan kisah cintanya dengan Ibu Ainun saja, Habibie merupakan salah satu mantan presiden Republik Indonesia yang memiliki masa jabatan sekitar satu tahun. Sosok BJ Habibie dikenal sebagai seseorang yang memiliki kecerdasan intelektual yang sangat tinggi. Pasalnya, lelaki yang memiliki julukan Mr Crack ini berhasil merakit pesawat Indonesia di masa dulu. Untuk lebih jelasnya, anda pun bisa menyimak biografi lengkapnya berikut ini.

bj habibie

BJ Habibie dikenal sebagai orang yang mampu membuat pesawat terbang (Source:unsplash.com)

Berkenalan Lebih Dekat Dengan Habibie

Memiliki nama lengkap Bacharudin Jusuf Habibie, presiden ketiga Republik Indonesia ini lahir di Kota Parepare yang berada di Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1963. Telah ditinggal oleh ayahnya di usia 14 tahun, membuat beliau pindah ke Bandung bersama dengan keluarganya dan melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas, yakni SMAK Dago di tahun 1954. Setelah lulus, beliau pun meneruskan pendidikan di Institut Teknologi Bandung atau ITB.

Untuk itu, bagi kamu yang bersekolah di kampus satu ini perlu untuk berbangga hati. Hal ini dikarenakan kamu merupakan mahasiswa yang satu almamater dengan Bapak Habibie. Berada di lingkungan yang indah ini, maka kamu pun bisa mendapatkan kost dekat ITB yang memiliki area berdekatan dengan kampus. Sehingga kamu pun seakan ikut merasakan bagaimana kehidupan Pak Habibie ketika bersekolah di kampus satu ini.

Berlanjut ke kisah Presiden Ketiga Republik Indonesia ini, beliau ternyata tidak menempuh pendidikan yang cukup lama di Bandung. Melainkan beliau memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Jerman dan mengikuti jejak rekannya yang lain. Akan tetapi, beda dengan temannya yang mendapatkan beasiswa yang berasal dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Habibie justru melanjutkan kuliah di Jerman dengan biaya dari ibunya.

Masa Kecil Habibie, Tumbuh di Keluarga yang Religius 

bj habibie

Bj Habibie tumbuh di dari keluarga yang religius (source:freepik.com)

Ketika membahas biografi BJ Habibie, tak lengkap rasanya apabila tidak membahas masa kecilnya. Bapak Presiden Ketiga ini, lahir dari seorang ayah yang bernama Alwi Abdul Jalil Habibie. Ayahnya merupakan seorang yang ahli di bidang pertanian dan berasal dari daerah Gorontalo. Untuk ibunya, memiliki nama yakni Tuti Marini Puspowardojo yang merupakan ahli spesialis mata dan berasal dari daerah Yogyakarta. 

Dari total 8 saudara yang dimilikinya, Habibie merupakan anak keempat. Lahir dalam keluarga yang religius, tak mengherankan jika Bapak Habibie memiliki dasar agama Islam yang cukup kuat. Hal ini terlihat dari ayah beliau yang kerap kali membacakan ayat Al Quran semenjak beliau berusia belia. Bahkan Habibie pun mengatakan jika ayat suci yang dibacakan oleh ayahnya mampu untuk membuat hatinya menjadi tenang.

Ayahnya pun kerap kali membacakan ayat suci Al Quran untuknya dari satu hingga dua juz. Dengan kebiasaan ayahnya yang sering membacakan Al Quran tersebut ternyata memiliki dampak yang positif bagi dirinya. Hal ini dikarenakan beliau telah mampu untuk membaca Al Quran dengan lancar ketika baru berusia 3 tahun. Sehingga, Habibie memang telah dikenal cerdas bahkan ketika ia masih kecil.

Biografi Bj Habibie, Masa Pendidikan

Mengenal latar belakang pendidikan beliau menjadi salah satu hal yang wajib di ulik ketika membahas biografi Habibie. Dalam usia yang masih muda, Habibie mengenyam pendidikan di SMAK Dago, Bandung. Setelah lulus dari masa sekolah, ia pun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni di Institut Teknologi Bandung dan mengambil jurusan Teknik Mesin. Pada masa pemerintahan Soekarno, memang pemerintah banyak membiayai anak anak bangsa untuk bisa bersekolah di luar negeri.

Habibie sendiri termasuk dalam rombongan kedua yang khusus dikirim untuk melanjutkan pendidikan di negeri seberang. Namun, untuk biayanya sendiri, Habibie tidak dibiayai oleh pemerintah melainkan oleh ibunya sendiri. Beliau pun melanjutkan pendidikan di Jerman dan bersekolah di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule. Di sekolah tersebut, beliau mengambil jurusan Teknik Penerbangan, dengan spesialisasi yakni Konstruksi Pesawat Terbang.

Untuk pendidikannya sendiri, bukanlah sebuah kursus yang cepat, melainkan ditempuhnya selama kurun waktu bertahun tahun. Bahkan semasa liburan, ia pun menjadikannya sebagai waktu untuk belajar dan mengikuti ujian. Tak hanya itu saja, beliau juga bekerja dan uangnya dipergunakan untuk membeli buku. Berlanjut ke tahun 1960, beliau pun berhasil untuk memperoleh gelar yakni Diploma Ing dari kampusnya dengan predikat Cum Laude.

Bahkan untuk nilai rata rata nya sendiri mencapai 9,5. Memiliki gelar insinyur tersebut, maka beliau pun mendaftar untuk bekerja di salah satu perusahaan di Jerman yakni Firma Talbot. Yang mana bergerak pada industri kereta api yang ada di Jerman. Kemudian, beliau pun melanjutkan pendidikan di daerah Aachen, Jerman untuk mendapatkan gelar doktornya.

Perjalanan Hidup Setelah Menikah Hingga Menjadi Presiden

Tak melulu soal pendidikan, bahkan sosok Presiden Ketiga Republik Indonesia ini memiliki romantisme yang menarik untuk dikulik. Berlanjut di 1962, BJ Habibie mempersunting Hasri Ainun Habibie. Beliau pun langsung memboyong sang istri tercinta untuk ke Jerman, lantaran ia harus melanjutkan pendidikan doktornya. Pada awal hidup di Jerman bersama sang istri, hidupnya pun cukup sulit.

Beliau rela untuk jalan kaki menuju tempat kerjanya yang memiliki jarak cukup jauh agar menghemat pengeluaran. Tak hanya itu saja, di malam hari beliau pun melanjutkan belajar untuk masa studinya. Perjuangan tersebut bukan hanya dirasakan oleh Habibie saja, melainkan sang istri juga diharuskan untuk mengantri guna mencuci baju di tempat umum, sehingga mampu untuk menghemat uang setiap harinya.

Setelah lulus, beliau pun pulang ke Indonesia dan memperoleh jabatan yakni Menteri Negara Ristek atau Kepala BPPT dalam waktu yang cukup lama, yakni sekitar 20 tahun. Kemudian, beliau pun juga pimpinan dari perusahaan BUMN yakni Industri Strategis dalam kurun waktu 10 tahun. Bahkan di tahun 1995, beliau juga berhasil untuk memimpin pembuatan pesawat N250 Gatotkaca. Pesawat ini merupakan pesawat pertama yang pernah dibuat di Indonesia.

Pada tanggal 14 Maret 1998, Habibie pun memperoleh jabatan sebagai Wakil Presiden dan bertugas untuk mendampingi Pak Soeharto. Akan tetapi, tak berlangsung lama setelah Habibie menjadi Wakil Presiden, Indonesia mengalami gejolak politik yang tak bisa terhindari. Hal tersebut menyebabkan Presiden Soeharto yang telah menjabat puluhan tahun lengser dan menyatakan mengundurkan diri di tanggal 21 Mei 1998.

Dengan lengsernya Bapak Soeharto, membuat BJ Habibie dengan resmi menjabat sebagai presiden untuk menggantikannya. Namun, Habibie hanya menjadi Presiden dalam waktu sekitar satu tahun saja, dengan kondisi Indonesia yang sedang dalam mengalami masa rusuh dan banyak wilayah yang ingin melepaskan diri dari Indonesia. Dengan kondisi yang begitu memprihatinkan, beliau tetap berusaha membangun Indonesia.

Akan tetapi, waktu berkata lain. Di tahun 1999, Presiden Ketiga Republik Indonesia tersebut dipaksa untuk lengser oleh sidang umum MPR. Pasalnya, pidato pertanggung jawaban yang disampaikan beliau ditolak oleh MPR karena alasannya melepas Timor Timur pada masa tersebut. Padahal di zaman pemerintahannya, Habibie berhasil untuk menekan mata uang Indonesia dalam mata uang asing, yang awalnya 15 ribu rupiah menjadi dibawah 10 ribu rupiah.

Kisah Cinta Dengan Ibu Ainun Hingga Difilmkan

bj habibie

Kisah Bj habibie difilmkan dan sukses dipasaran (source:unsplash.com)

Cinta itu keikhlasan, tak ada paksaan ataupun rasa pelampiasan, quotes BJ Habibie tentang cinta sejati tersebut rasanya tak hanya sekedar kata belaka. Pasalnya, kisah cinta antara beliau dengan ibu Ainun dapat dikatakan sangat adem ayem seperti tanpa pernah diterpa badai. Cinta yang tumbuh dari teras rumah Ainun tersebut, mengantarkan Habibie untuk memperistri dan memboyong Ainun hingga ke Jerman.

Dibalik lelaki yang sukses, ada perempuan kuat yang mendampingi memang benar adanya. Hal ini terlihat dari kisah cinta Habibie dan Ainun. Dimana Ibu Ainun selalu ikut kemanapun Habibie berada, baik dalam masa susah awal pernikahan hingga  sukses menjadi Presiden. Namun, setelah tak terdengar kabar beliau, banyak pihak dikejutkan lantaran tanggal 22 Mei 2010, sang istri yang setia mendampingi harus dipanggil oleh sang Kuasa lantaran menderita kanker Ovarium.

Hal tersebut tentu saja menjadi salah satu duka yang mendalam bagi Habibie. Terlebih lagi, beliau tidak mengetahui bahwa selama ini Ainun telah mengidap kanker ovarium, karena sang istri tidak pernah mengeluh akan sakit yang dideritanya. Beliau baru mengetahuinya 3 hari sebelum ibu Ainun meninggal. Bisa dibayangkan betapa terluka hatinya ditinggal oleh sang istri tercinta dalam waktu yang begitu cepat.

Kisah cinta dan pengalaman hidup dari Presiden ini pun akhirnya dibuat dalam bentuk film Bj Habibie. Film tersebut menceritakan perjuangan, mulai dari masa kecil hingga kisah cinta yang setia dan penuh kasih bersama ibu Ainun. Sehingga, seluruh masyarakat menjadi tahu tentang kisah yang sarat akan inspiratif ini. Untuk film pertamanya, tayang pada awal Desember 2012.

Dimana mengangkat kisah nyata dari beliau, mulai dari masa kecil hingga ibu Ainun meninggal dunia. Sampai saat ini, film yang menceritakan tentang kisah beliau ini dibentuk menjadi tiga sekuel. Sehingga, kamu bisa nonton film BJ Habibie ainun 3 untuk mengisi waktu luang di kos dan mengetahui bagaimana kisah dibalik hidup beliau. Bahkan kata kata Bj Habibie tentang cinta sejati pun masih terngiang.

Selamat Jalan Bapak Teknologi Nasional

Dengan segala perjuangan dan dedikasi yang diberikan untuk Indonesia, BJ Habibie meninggal di usia 83 tahun. Beliau pun tutup usia pada hari Rabu, 11 September 2019 di RSUD Gatot Subroto, Jakarta. Suasana haru pun  turut dirasakan pada saat prosesi pemakaman BJ Habibie. Prosesi pemakaman secara militer pun berlangsung di TMP Kalibata. Hal tersebut diawali dengan tembakan di udara dan lantunan instrumen lagu gugur bunga menambah suasana menjadi lebih hening.

Berbagai lapisan masyarakat dan juga sejumlah tokoh pun datang untuk mengantar kepergian beliau. Bahkan pemain film yang memerankan tokoh Habibie, yakni Reza Rahadian turut hadir dalam pemakaman. Jasad dari BJ Habibie dimakamkan secara berdampingan dengan makam istrinya yakni Ibu Ainun, yang mana telah berpulang terlebih dahulu.

Selamat jalan bapak Teknologi Nasional, kata kata BJ Habibie yang penuh inspiratif dan sarat akan makna ini, bisa menjadi salah satu motivasi bagi anak muda Indonesia untuk tetap berjuang. Itulah sepenggal kisah dan biografi dari Presiden Ketiga Republik Indonesia. Setelah melalui perjuangan yang panjang hingga ditinggal sang istri meninggal dunia, beliau akhirnya bisa menyusul Ainun dan mendampinginya di tempat yang penuh keabadian.

Kisah BJ Habibie bisa menjadi inspirasi banyak anak muda Indonesia, khususnya untuk anak kuliah yang harus terus berjuang untuk mengejar impiannya hingga ke luar negeri, berbagai tantangan juga akan banyak dihadapi oleh anak kuliahan, apalagi untuk anak muda yang merantau dan berkuliah di luar kota, maupun luar negeri. semisal kamu tinggal di Jakarta tapi kuliah di Bandung. Mau gak mau kamu harus kost di bandung daripada harus bolak balik Jakarta Bandung untuk kuliah. 

Untuk cari kost di Bandung kamu bisa temukan KoolKost dari RedDoorz yang kini sudah banyak tersebar di sekitaran kampus di berbagai kota di Indonesia. Mengapa memilih KoolKost? karena KoolKost memberikan fasilitas yang lengkap untuk sebuah kosan dengan harga terjangkau dan durasi sewa pun fleksibel bisa harian, mingguan, atapun bulanan. Dengan fasilitas kamar yang sudah disediakan tempat tidur yang nyaman, lemari pakaian yang cukup besar, meja dan kursi untuk belajar, kamar mandi di dalam, ruangan ber-AC dan pastinya juga ada wifi gratis.

Sedang cari kosan dengan fasilitas lengkap harga terjangkau? yuk cari KoolKost melalui aplikasi RedDoorz sekarang!

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×