Loading...

Foto: unsplash.com

Mustahil rasanya menangkal pesona Labuan Bajo yang menawan. Dikelilingi bukit-bukit dan hamparan pantai-pantai, tak heran bila Labuan Bajo menjadi mimpi setiap wisatawan. Apakah kamu salah satu wisatawan yang berencana ke Labuan Bajo dalam waktu dekat? Simak dulu cara membuat itinerary yang efektif sebelum merealisasikan trip ke Labuan Bajo!

Begini Cara Membuat Itinerary untuk Trip Labuan Bajo!

1. Persiapkan Ini Sebelum Memulai Trip ke Labuan Bajo

Foto: unsplash.com

Kesempatan berpelesir di Labuan Bajo yang memukau nggak boleh disia-siakan begitu aja. Kamu perlu merencanakan segala sesuatunya matang-matang biar nggak membawa penyesalan ketika kembali ke rumah. Apa aja sih yang harus dipersiapkan? Hal yang paling krusial tentunya budget. Nggak bisa dipungkiri kalau budget secara nggak langsung berpengaruh besar terhadap pemilihan transportasi, akomodasi, dan itinerary kamu nantinya. Disamping budget, ada faktor lain yang nggak kalah penting untuk dipersiapkan, yakni kondisi fisik. Labuan Bajo terkenal karena kekayaan wisata alamnya dan kerap menuntut kebugaran jasmani seseorang yang ingin menjelajahinya. 

2. Pilih Destinasi Wisata di Labuan Bajo yang Ingin Dikunjungi

Foto: unsplash.com

Ke Labuan Bajo bukanlah kegiatan yang bisa dilakukan setiap hari. Maka dari itu, selagi berada di Ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini pastikan kamu mengunjungi tempat-tempat yang selama ini cuma bisa kamu pandangi lewat layar HP. Perbanyak mencari informasi melalui travel blog, travel vlog, atau pengalaman orang-orang terdekat. Cari tahu pula kegiatan apa yang bisa dilakukan di sana, apa yang perlu dibawa, bagaimana mengakses tempatnya,  dan lain sebagainya.  

3. Kelompokkan Atraksi di Labuan Bajo Berdasarkan Wilayah

Foto: unsplash.com

Setelah seluruh informasi berhasil dihimpun, sekarang saatnya mengelompokkan tempat-tempat wisata Labuan Bajo tersebut berdasarkan wilayah. Gabungkan tempat-tempat wisata yang saling berdekatan, sehingga bisa didatangi dalam 1 hari yang sama. Selain meningkatkan efisiensi waktu, menerapkan tips kedua ini bisa membantu menghemat budget transportasimu!

4. Susun Jadwal Trip Labuan Bajo Dengan Lebih Menyenangkan

Foto: unsplash.com

Kebanyakan pelancong hanya mencatat waktu dan lokasi pada itinerary mereka. Obyek wisata apa yang hendak disambangi pada hari pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Padahal, kamu juga perlu mencantumkan informasi tambahan yang sewaktu-waktu diperlukan. Misalnya, jam operasional. Ketimbang mematok kapan harus tiba di 1 obyek wisata dan kapan saatnya berpindah ke obyek wisata berikutnya, RedDoorz lebih merekomendasikan kamu agar cukup berkiblat pada jam operasional mereka. Jadi, kamu bisa lebih menikmati trip Labuan Bajo kamu tanpa merasa dikejar-kejar waktu.

Wisata di Labuan Bajo Ini Nggak Boleh Dilewatkan!

1. Taman Nasional Komodo

Foto: unsplash.com

Jangan mengaku pernah ke Labuan Bajo kalau kamu nggak mampir di Taman Nasional Komodo. Yup, Labuan Bajo memang menghubungkan turis dengan hewan reptil khas Provinsi Nusa Tenggara Timur ini. Masih satu jenis dengan biawak, kedua satwa itu memiliki tubuh serupa. Hanya saja komodo berkali-kali lipat lebih besar dan jauh lebih sensitif. Terlebih jika mereka mendengar suara-suara atau mencium bau darah. Itulah mengapa selama mengamati komodo, turis harus selalu didampingi ranger atau pemandu profesional.

2. Pantai Pink

Foto: unsplash.com

Masih berada di kawasan Pulau Komodo, daya tarik Pantai Pink juga mampu menghipnotis siapapun yang mengetahui keberadaannya. Sesuai namanya, Pantai Pink memiliki pasir berwarna pink akibat terumbu karang yang berwarna merah jambu tergerus oleh air laut dan terbawa ke area pantai. Terumbu karang yang sudah terpecah lantas bercampur dengan pasir dan menghasilkan warna pink. Tak seperti pantai-pantai di Indonesia lainnya yang mulai ternoda karena banyaknya jumlah wisatawan, kejernihan Pantai Pink tetap terjaga hingga sekarang.

3. Desa Wae Rebo

Foto: unsplash.com

Menikmati Labuan Bajo nggak lengkap tanpa bermalam di Desa Wae Rebo. Desa Wae Rebo adalah desa keturunan minang yang bermukim di ketinggian 1.200 mdpl. Desa ini begitu menarik, karena penduduknya yang mempertahankan adat istiadat sedari dulu. Terbukti dari rumah-rumah mereka yang beratapkan daun lontar dan ijuk. Di desa ini hanya berdiri 7 Mbaru Niang, demikian nama rumah tradisional tersebut dinamakan. 1 rumah terdiri dari 5 lantai dan mampu menampung 6-8 keluarga. Menginap di Desa Wae Rebo akan memberimu pengalaman hidup di tengah masyarakat adat sesungguhnya yang jauh dari hiruk pikuk dunia luar.

Itulah beberapa tips menyusun itinerary untuk mewujudkan trip ke Labuan Bajo yang tak terlupakan. Jangan lupa menyelipkan wisata rekomendasi RedDoorz di atas ke dalam itinerary kamu ya!

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×