Loading...

 

perang makassar

Foto: Shutterstock

Makassar tidak hanya dikenal dengan Pantai Losari-nya, tapi juga keagungan kesultanannya dan sejarah Perang Makassar yang melegenda. Sebelum menjadi Kesultanan Makassar pada abad XI, sebenarnya terdapat dua kerajaan besar di Sulawesi Selatan yaitu Kerajaan Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini saling berselisih hingga masuknya ajaran Islam ke Sulawesi. 

Islam dibawa masuk ke Sulawesi oleh sejumlah ulama dari Minangkabau. Ajaran Islam berkembang cukup pesat di kalangan masyarakat biasa hingga kerajaan. Hingga pada tahun 1650 penguasa Kerajaan Gowa dan Tallo akhirnya juga memeluk agama Islam. Dua kerajaan itu pun juga mendeklarasikan untuk bersatu menjadi Kesultanan Gowa Tallo atau dikenal juga sebagai Kesultanan Makassar. 

Setelah bersatu Kerajaan Makassar bersatu, pusat pemerintahan dipindah ke Somba Opu yang lokasinya sangat strategis karena berada di jalur pelayaran Malaka dan Maluku. Kawasan ini akhirnya menjadi tempat yang sangat penting di wilayah Indonesia Timur terlebih setelah banyaknya aktivitas perdagangan internasional. 

Kegemilangan Kesultanan Makassar terusik sejak hadirnya VOC dan memicu lahirnya perang. Perang Makassar melawan VOC dimulai tahun 1669 dan berlangsung selama kurang lebih 3 tahun. Namun sebenarnya bibit perang besar ini sudah ada jauh sebelum meletusnya perang. 

Bibit kebencian antara VOC dan Kerajaan Makassar bermula akibat adanya penyanderaan dan pembunuhan dari kedua belah pihak. Pada 1616 VOC menyandera beberapa bangsawan dari Kerajaan Makassar dan memaksa mereka untuk segera membayar utang-utang mereka ke VOC. Pihak kerajaan membalas kejadian ini dengan membunuh 15 pelaut asal Belanda. 

Kebencian ini terus tumbuh hingga meletusnya meletus Perang Makassar. Latar belakang Perang Makassar diakibatkan oleh perebutan kekuasaan di kawasan perairan Timur Nusantara yang menjadi pusat pelayaran perdagangan dan dianggap sangat strategis. VOC ingin mengambil alih kekuasaan dari Kerajaan Makassar yang selama ini telah memegang kendali dan mendapat untung besar dari aktivitas di jalur perdagangan di Makassar. 

Pada 1653 Sultan Hasanuddin naik tahta dan menjadi raja di Kerajaan Makassar. Ia berkonsultasi dengan pakar perang dari Portugis dan Inggris untuk menuntaskan konflik antara kerajaan dan VOC yang sudah menahun. Ia juga memperkuat Istana Somba Opu dengan membangun benteng dan siap mengangkat senjata untuk perang. 

Pada 1666 Laksamana Cornelis Speelman diperintahkan untuk melakukan ekspedisi militer di kawasan Sulawesi Selatan. Namun, tugas itu tidaklah mudah karena kawasan ini berada di bawah naungan Kesultanan Makassar yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. 

Ekspedisi VOC tetap berlanjut dengan membawa kapal perang berisikan 1.860 orang dari tentara Belanda dan masyarakat pribumi. Sultan Hasanuddin sempat mengajak pihak VOC untuk berunding, namun hasilnya buntu dan bendera Perang Makassar siap dikibarkan. 

Ternyata VOC tidak hanya sendiri, ia mendapat dukungan dan berkoalisi dengan Kerajaan Ternate, tidore, dan Buton untuk melawan Kerajaan Gowa Tallo. Karena kekuatan dari musuh yang sangat besar, satu-persatu benteng dari Kerajaan Gowa Tallo pun jatuh. Gowa pun pada akhirnya juga jatuh. 

Meskipun begitu Sultan hasanudin tetap menolak untuk menyerah. Ia tetap gigih untuk melawan musuh, oleh karena itu dia dijuluki Sang Ayam Jantan dari Timur. 
Pasukan dari Sultan Hasanuddin terus menyerang hingga VOC kewalahan. Mereka pun akhirnya meminta bantuan pasukan dari Batavia. Meskipun sudan berperang dengan sekuat tenaga, Benteng Somba Opu akhirnya jatuh pada 22 juni 1669 dan ini menandai akhir Perang Makassar. 

Sultan Hasanuddin pun turun dari tahtanya dan kemudian meninggal pada tahun 1670. Meskipun berakhir dengan tragis, tapi sifat kepahlawanan Sultan Hasanuddin tetap dikenang hingga sekarang. 

Seru banget ya ngomongin sejarah perang Makassar dan kehebatan Sultan Hasanuddin. Menariknya, masih banyak, lho, tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu dari perang Makassar melawan VOC. Makanya kalo kamu penasaran dan pengen lihat langsung gimana tempatnya, buruan langsung ke Makassar aja. Kamu bisa langsung booking hotel di Makassar buat menginap selama di sana. Nggak perlu repot, booking hotel kini jadi lebih mudah menggunakan aplikasi RedDoorz. Download aplikasinya, RedDoorz #SahabatTraveling. 

Press Enter To Begin Your Search
×