Loading...

bandung lautan api

Ilustrasi Foto: Unsplash

Setahun setelah kemerdekaan Indonesia, terjadi sebuah peristiwa di kota Bandung. Peristiwa tersebut sekarang dikenal dengan nama Bandung Lautan Api. Istilah tersebut muncul dalam percakapan antara A.H. Nasution dengan Sutan Sjahrir ketika bertemu di Jakarta.

Bandung Lautan Api terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Hal tersebut merupakan salah satu perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan negara setelah kemerdekaan. Pada saat itu, pertahanan dan keamanan Indonesia masih belum stabil dan banyak beberapa daerah yang masih dikuasai oleh penjajah dan juga Sekutu.

Terjadinya peristiwa tersebut diawali dengan datangnya pasukan Sekutu di bawah Brigadir MacDonald pada 12 Oktober 1945. Mereka datang dengan misi untuk membebaskan dan membawa pulang tawanan perang militer Belanda yang ditahan oleh Jepang di beberapa daerah di Jawa Barat. Di bandung sendiri terdapat 13 tempat yang menampung tahanan tersebut.

Lalu, pihak Sekutu meminta seluruh senjata api milik penduduk agar diserahkan kepada mereka, kecuali milik Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Polisi. Permintaan tersebut tidak dituruti oleh pejuang dan ditambah para tawanan yang baru dibebaskan mulai bertindak yang mengganggu keamanan. Akhirnya, bentrokan pun terjadi antara tantara Sekutu dan para pejuang.

Malamnya pada tanggal 24 November 1945, TKR dan badan pejuang lainnya menyerang markas Sekutu di Bandung bagian utara termasuk Hotel Homan dan Hotel Preanger yang menjadi markas besar Sekutu.

Tiga hari setelah penyerangan tersebut, Brigadir MacDonald memberikan perintah kepada Gubernur Jawa Barat agar mengosongkan wilayah Bandung Utara termasuk pasukan-pasukan bersenjata lainnya paling lama pada tanggal 29 November 1945 pukul 12.00.

Perintah tersebut justru mendorong para TKR untuk melakukan operasi pembakaran Bandung karena tidak terima jika Bandung harus dikuasai oleh Sekutu.

Keputusan untuk membakar Bandung terjadi dalam musyawarah yang dilaksanakan oleh Majelis Persatuan Priangan pada tanggal 23 Maret 1946. A.H Nasution selaku pemimpin dari TKR memerintahkan untuk mengevakuasi penduduk selagi pejuang membakar kota.

bandung lautan api

Ilustrasi Foto: Unsplash

Bandung mulai dibumihanguskan dengan meledakkan Gedung Bank Rakyat. Lalu diikuti dengan meledakkan tempat-tempat lain seperti, Banceuy, Cicadas, Braga, dan Tegalega. Efek dari pembakaran, aliran listrik diputus oleh kota dan pertempuran dengan Sekutu tidak bisa dihindarkan.

Pertempuran tersebut berakhir ketika Barisan Rakyat Indonesia berhasil meledakkan gudang amunisi milik Sekutu dan juga pos-pos Sekutu di daerah lain.

Aksi tersebut menjadi salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah dan kini banyak diabadikan dalam bentuk seni, seperti lagu dan film.

Akibat dari kejadian tersebut, kini setiap tanggal 23 Maret diperingati dengan peristiwa Bandung Lautan Api. Selain itu, untuk mengenang peristiwa tersebut, didirikan sebuah monumen untuk memperingati dan menjaga semangat persatuan. Monumen tersebut dinamakan Monumen Bandung Lautan Api dan terletak di Lapangan Tegallega, Jalan BKR, Ciateul, Kota Bandung.

Monumen ini punya tinggi 45 meter dengan sisi sebanyak sembilan bidang. Pada puncaknya terdapat bara api keemasan berwarna kuning dan dibuat seperti api yang menyala.

Sejarah Bandung Lautan Api kini menjadi sejarah yang besar untuk kota Bandung. Segala bentuk perjuangan, pertempuran, pelucutan senjata, hingga jalur diplomasi ditempuh oleh para pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Nah, kalau kamu jalan-jalan ke Bandung dan memutuskan untuk mengunjungi Monumen Bandung Lautan Api, jangan lupa untuk siapin penginapannya, ya! Untuk penginapan kamu bisa booking via aplikasi RedDoorz di smartphone kamu. Tinggal pilih lokasi penginapan di sekitar kota Bandung, mudah bukan?

Press Enter To Begin Your Search
×