Loading...

rumah adat bali

Foto: Shutterstock

Pulau Dewata Bali tidak hanya dikenal karena keindahan pantai-pantainya tapi juga karena budayanya. Masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi nilai adat dan kebudayaan yang diwariskan leluhurnya sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini tercermin dari cara hidup mayoritas masyarakat Bali yang sangat kental dengan tradisi salah satunya tercermin dari rumah adat Bali. 

Rumah adat Bali bentuknya sangat khas dan berbeda dibandingkan rumah pada umumnya. Tidak sekedar unik, Rumah adat tradisional Bali juga memiliki filosofi yang mendalam. Saat mendesain rumah adat Bali, seorang arsitek harus berpatokan pada kosala kosali yang artinya membangun rumah dengan dinamis dan menjunjung keselarasan hidup. 

Kenapa bentuk rumah ada Bali hampir mirip satu sama lain? Karena struktur bangunan dan aneka macam ornamennya sudah diwariskan secara turun temurun, bahkan menurut masyarakat Bali konsep rumah adat Bali tercatat di dalam kitab Weda. Rumah adat Bali digambarkan sebagai miniatur alam semesta dengan dua bagian utama yaitu Gapura Candi Bentar dan rumah hunian. 

Keunikan rumah adat Bali Gapura Candi Bentar merupakan bagunan tradisionalnya. Ada beberapa aturan khusus saat membuat Gapura Candi Bentar seperti soal arak, letak, dimensi pekarangan, struktur bangunan, higga konstruksinya. Semuanya harus sesuai dengan ketentuan agama dan adat. 

Selain Gapura Candi Bentar ada pula bangunan lainnya yang terdapat di dalam pekarangan rumah adat Bali seperti, 

1. Angkul-Angkul 

Angkul-angkul adalah pintu masuk utama menuju pekarangan rumah. Bentuknya memang agak mirip gapura candi bentar namun fungsinya berbeda. Bagian paling membedakan antara angkul-angkul dengan gapura candi bentar yaitu adanya atap yang saling terhubung di atasnya. 

2. Aling-Aling

Aling-aling merupakan pembatas antara angkul-agkul dan halaman tempat suci. Di sini biasanya terdapat ruangan yang bisa digunakan untuk beraktivitas. 

3. Pura keluarga

Sebagai mayoritas pemeluk Hindu di rumah adat Bali biasanya terdapat pura keluarga yang digunakan untuk beribadah setiap hari. Pura keluarga juga sering disebut merajan atau sanggah. Bangunan pura biasanya terletak di sudut timur laut. 

3. Bale dauh

Fungsi utama bale dauh sebenarnya sebagai tempat penerimaan tamu, namun tempat ini juga sering berfungsi sebagai tempat tidur remaja laki-laki. Bale Dauh biasanya terletak di bagian barat. 

4. Bale sekapat

Bale sekapat mirip dengan gazebo yang memiliki empat tiang penyangga. Tempat ini biasanya berfungsi sebagai tempat bersantai untuk saling bercengkrama antar anggota keluarga.

5. Bale geda

Bali gede juga mirip dengan gazebo namun lebih besar dan memiliki 12 tiang penyangga. Biasanya tempat ini digunakan untuk upacara adat. 

6. Lumbung 

Lumbung merupakan tempat penyimpanan bahan pangan pokok seperti padi, jagung, dll. 

7. Jineng

Jineng terlihat seperti rumah panggung dengan ukuran sedang. Posisinya memang lebih tinggi dan dibuat menyerupai goa yang beratas jerami kering. Namun kini jineng sudah dibuat dengan material yang lebih modern sehingga lebih kokoh dan tahan lama. Jineng biasanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan gabah kering. 

8. Pawarengen 

Pawarengan adalah nama lain dari dapur. Pawarengan biasanya berada di sebelah barat laut atau selatan dari rumah utama. Tempat ini digunakan untuk memasak dan menyimpan alat-alat masak. 

Nah, itu dia bagian dari rumah adat Bali, banyak banget bukan! Untuk menikmati suasana menginap yang kental dengan budaya Bali, kamu bisa cari penginapan di Bali yang konsepnya semi tradisional. Kamu bisa temukan tempat menginap yang seperti itu di RedDoorz. Download aplikasi RedDoorz untuk temukan tempat menginap dengan berbagai gaya.

Press Enter To Begin Your Search
×