Loading...

pakaian adat bali

Foto: Unsplash

Pesona Pulau Dewata Bali memang selalu menarik buat dibicarakan. Selain pariwisatanya, pakaian adat Bali menjadi salah satu hal sering menyedot perhatian para wisatawan. Saat berkunjung ke Bali, apalagi kalau bertepatan dengan hari besar keagamaan Hindu, kamu pasti akan melihat masyarakat Bali menggunakan pakaian adat. Selain rupanya yang menawan, pakaian adat Bali juga punya filosofi yang mendalam, lho!

Jenis Pakaian Adat Bali dan Maknanya

Sudah diwariskan secara turun-menurun, pakaian adat Bali bukan hanya syarat dengan keindahan tapi juga punya filosofi yang terkandung di dalamnya. Filosofi dalam pakaian tradisional Bali sebenarnya diambil dari ajaran dewa dan dewi Hindu, mengingat mayoritas masyarakat Bali merupakan pemeluk agama Hindu. Pakaian mereka mengandung unsur keteduhan, kedamaian, dan sukacita. Menggunakan konsep Tapak Dara atau sering juga disebut Swastika, pakaian adat Bali punya tiga bagian. 

  1. Dewa Angga: dari kepala sampai leher
  2. Manusa Angga: dari leher sampai pusar
  3. Butha Angga: dari pusar sampai kaki

Mungkin saat ke Bali, kamu melihat banyak orang menggunakan pakaian adat , namun bentuknya berbeda-beda. Lalu kamu jadi bingung deh, sebenarnya pakaian adat Bali yang benar yang mana? Jadi, pakaian tradisional Bali memang ada tiga jenis, RedTraveler. Ketiganya punya fungsi yang berbeda-beda, yang pertama Payas Agung. Jenis pakaian ini punya kesan yang sangat mewah. Ciri utamanya, Payas Agung memadukan warna merah, emas, dan putih.

Ketiga warna ini adalah warna-warna yang merepresentasikan kemewahan di Bali. Karena tampilannya yang sangat eksklusif, Payas Agung nggak bisa dipakai sembarangan, lho. Biasanya Payas Agung digunakan khusus untuk acara pernikahan.

Berikutnya ada Payas Madya. Pakaian ini relatif lebih fleksibel dibandingkan Payas Agung. Payas Madya bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Selain itu, nggak ada peraturan yang ketat saat menggunakan pakaian ini. Ada banyak orang yang memodifikasi Payas Madya agar lebih cantik dan kekinian, sehingga cocok untuk kondangan bahkan wisuda. Kalau kamu mau nyobain bergaya ala putra-putri Bali, jenis pakaian ini boleh banget kamu cobain. 

Selain Payas Madya dan Payas Agung, jenis pakaian adat Bali yang terakhir adalah Payas Alit. Pakaian Bali jenis ini punya sebuah ciri khas, yaitu atasannya yang wajib warna putih. Biasanya masyarakat Bali menggunakan Payas Alit untuk beribadah ke pura. Warna putih dipilih agar suasananya jadi lebih sakral karena putih melambangkan kesucian. 

Pakaian Adat Pria

Saat menggunakan pakaian adat Bali biasanya pria memakai kemben. Kemben adalah kain panjang yang menutupi pinggang sampai kaki. Cara memakainya dengan melingkarkan kember dari kiri ke kanan yang menyimbolkan ajaran kebenaran. Lalu, panjang kemben harus pas berada di atas pergelangan kaki. Tidak boleh terlalu panjang agar yang menggunakannya tetap bisa melangkah lebar. 

Penggunaan kemben sampai mata kaki melambangkan bahwa laki-laki harus bisa melangkah lebar karena mereka memiliki tanggung jawab yang luas pula. Kemudian lilitan kemben dibuat runcing di ujungnya serta menghadap ke bawah sebagai simbol maskulinitas. 

Setelah itu dilanjutkan dengan memakai saputan atau selendang. Saputan dipakai untuk menutupi sebagian kemben karena menjadi simbol untuk menutupi aura maskulinitas. Agar ikatan antara kemben dan saputan lebih kuat, maka dibutuhkan selendang kecil yang disebut umpal. Umpal berada di pinggang sebelah kanan dan menyimbolkan kebenaran. 

Pakaian Adat Wanita

Untuk pakaian wanita, yang pertama kali harus digunakan adalah kemben. Kemben wanita digunakan dari arah kanan ke kiri, berlawanan dengan cara memakai kemben pria. Hal ini menyimbolkan kekuatan penyeimbang laki-laki. Perempuan memiliki tugas untuk menjaga orang-orang di sekitarnya agar selalu berada di jalan kebenaran. 

Setelah itu dilanjutkan menggunakan bulang atau stagen. Bulang menyimbolkan rahim dan kontrol emosional. Setelah itu baru deh menggunakan kebaya. Untuk pakaian adat Bali wanita, biasanya mereka menonjolkan gaya rambut. Ada tiga macam gaya rambut yang biasanya mereka pilih. Gaya Pusung Gonjer biasanya dipilih perempuan yang belum menikah. Pusung Tegel, gaya rambut untuk yang sudah menikah. Dan Pusung Podgala sebagai simbol Tri Murti (Brahma, Wisni, dan Siwa). 

Gimana, menarik banget kan makna dibalik pakaian adat Bali? Biasanya para wisatawan mencoba menggunakan pakaian adat saat berkunjung ke Bali. Mungkin biar terasa seperi orang Bali asli kali, ya. Karena udah tau jenis pakaian adatnya, sekarang giliran kamu untuk merencanakan liburan ke Bali. Susun itinerary dari sekarang agar liburan kamu terencana dengan sempurna dan jangan lupa siapin juga tempat menginapnya. Agar cari hotel di Bali lebih mudah dan praktis, download aja aplikasi RedDoorz. RedDoorz punya banyak hotel di Bali yang nyaman buat menginap. 

Press Enter To Begin Your Search
×