Loading...

coto makassar

Foto: Shutterstock

Saat berwisata ke luar negeri, apa sih yang biasanya paling dirindukan? Yup, makanannya. Di mana lagi orang Indonesia menemukan nasi padang, martabak, dan ragam soto serta sop senikmat di Tanah Air? Menyinggung soal soto, salah satu soto yang sering difavoritkan banyak orang adalah coto makassar. Saking enaknya, salah satu maskapai penerbangan memasukkan coto makassar ke dalam pilihan menu makanan mereka sejak tahun 2008 lho! Penasaran nggak sih apa lagi yang belum kamu tahu tentang coto makassar? RedDoorz udah merangkum 5 fakta coto makassar yang jarang dibahas orang!

1. Coto Makassar Ditemukan Lebih dari 500 Tahun Lalu

Foto: unsplash.com

Kapan tepatnya coto makassar pertama kali ditemukan sebetulnya agak sulit ditelusuri. Namun berdasarkan referensi para ahli sejarah, coto makassar sudah ada sejak tahun 1500-an. Pantas bila coto makassar didaulat sebagai salah satu sajian kuliner tertua di Indonesia, bersanding dengan nasi bakepor, nasi jemblung, nasi bogana, docang, dan papeda.

2. Coto Makassar Menggunakan Jeroan Kerbau

Foto: unsplash.com

Coto makassar memiliki sejarah unik nih. Coto makassar pada awalnya hanyalah hasil coba-coba toak atau juru masak kerajaan yang kerap dibuat gusar melihat bagian dalam kerbau terbuang sia-sia setelah memasak daging kerbau bagi para anggota kerajaan. Terinspirasi dari cara orang-orang meracik bumbu menggunakan aneka macam, sang toak kemudian mengikuti jejak serupa dan mulai mengolah jeroan kerbau. Tak disangka, menu ‘iseng’nya terasa begitu nikmat hingga membuatnya percaya diri menyajikan makanan tersebut kepada raja.

3. Coto Makassar Mengandung 40 Macam Rempah

Foto: unsplash.com

Seperti yang udah RedDoorz sebutkan, toak memanfaatkan rempah-rempah untuk membersihkan jeroan kerbau. Tapi siapa yang mengira bahwa rempah-rempah yang ia gunakan berjumlah 40 macam? Orang Makassar mengenalnya dengan istilah ampang patang pulo. Di dalam ampang patang pulo, toak melembutkan daging dengan papaya muda dan mensterilkan jeroan dengan kapur. Tak lupa kacang yang memberi sensasi tersendiri pada kuah coto makassar. Seluruh proses dikerjakan di dalam kuali tanah bernama korong butta. Korong butta ini pula yang menjadi kunci cita rasa istimewa coto makassar.

4. Rahasia di Balik Kelezatan Coto Makassar

Foto: unsplash.com

Coto makassar ternyata masih menyimpan sejuta kisah menarik. Konon, coto makassar menolak dijual bersama soto-soto sejenis. Jika pedagang coto makassar tak mengikuti aturan ini, kelezatan coto makassar akan berkurang. Beberapa aturan pun nggak berlaku bagi pedagang coto makassar aja, tetapi juga siapapun yang ingin memperoleh kenikmatan maksimal. Mereka dituntut menyantap coto makassar pukul 09.00-11.00 WITA. Alat makan yang dipakai juga terbatas, yaitu mangkuk kecil dan sendok bebek. Tradisi ini sengaja dipertahankan biar coto makassar nggak kehilangan identitasnya sebagai kuliner yang terpengaruh budaya Tiongkok. Berani buktikan?

5. Buras dan Sambal Tauco, Si Jodoh Coto Makassar

Ilustrasi: unsplash.com

Udah bukan rahasia lagi kalau orang Indonesia merupakan penggemar berat nasi. Nasi hampir selalu berkolaborasi bersama hampir sebagian besar sajian kuliner tradisional, tak terkecuali soto dan sop. Setiap daerah di Indonesia biasanya punya racikan soto dan sop masing-masing. Akan tetapi, coto makassar mungkin menjadi satu-satunya soto yang nggak dinikmati bareng sepiring nasi putih panas. Coto makassar justru paling enak dimakan bareng Buras. Buras sendiri merupakan famili ketupat yang populer di kalangan masyarakat bugis. Bedanya, Buras mengandung santan. Selain itu, buras dibungkus daun pisang, bukan daun palas layaknya ketupat. Setelah menambahkan buras, jangan lewatkan sambal tauco yang bikin coto makassar semakin menggugah selera.

Itu dia 5 fakta coto makassar yang seru buat dipelajari. Wawasan ternyata bisa datang darimana aja. Bahkan mendalami sejarah pun bisa lewat dunia kuliner. Menarik bukan? Jadi, kedai coto makassar mana yang paling kamu rekomendasikan?

Cropped fav logo@2x
Press Enter To Begin Your Search
×