Loading...

pertempuran surabaya

Foto: Shutterstock

Hari Pahlawan 10 November berawal dari adanya pertempuran Surabaya pada awal-awal kemerdekaan Republik Indonesia. Pada saat itu, terjadi pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato pada tanggal 18 September 1945.

Kronologi pertempuran Surabaya dimulai saat para pemuda menurunkan dan merobek warna biru dari bendera Belanda sehingga menyisakan warna merah dan putih yang melambangkan bendera Indonesia. Kejadian tersebut terjadi di Hotel Yamato pada tanggal 19 September 1945.

Tentara Inggris mendarat di Jakarta dan sampai di Surabaya pada 25 September 1945. Kedatangan mereka yaitu ingin memulangkan Jepang dan menguasai kembali Indonesia kepada pemerintahan Belanda.

Keinginan Belanda tersebut membuat warga Surabaya marah dan terjadilah perundingan pada tanggal 27 Oktober 1945 yang berakhir ricuh. Kejadian tersebut akhirnya disepakati oleh pihak Indonesia dan Belanda untuk mengadakan genjatan senjata.

Bentrok antara keduanya tidak dapat dihindarkan hingga puncaknya saat Jenderal Mallaby tewas di mobil yang ditumpanginya akibat ledakan granat. Kematian dari Mallaby memicu kemarahan Inggris dan membuat Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, penggantinya, mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945.

Ultimatum tersebut berisikan perintah agar seluruh pimpinan Indonesia dan pemuda Surabaya datang paling lambat 10 November 1945 pukul 10.00 WIB di lokasi yang sudah ditentukan. Rakyat Surabaya tidak mengubris hal tersebut sehingga tercetuslah pertempuran Surabaya 10 November 1945.

Pertempuran Surabaya terjadi pada tanggal 27 Oktober – 20 November 1945. Akhir pertempuran Surabaya menewaskan nyawa hingga ribuan orang dari kedua belah pihak.

Salah satu tokoh pertempuran Surabaya yang punya peran besar mengobarkan semangat para rakyat Surabaya adalah Bung Tomo. Bung Tomo dikenal dengan seruan-seruannya dalam membangkitkan semangat rakyat ketika diserang habis-habisan oleh tentara Inggris.

Pertempuran tersebut membuat Surabaya dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan dan pemerintah menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Dari peristiwa tersebut, terdapat bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi saksi dari pertempuran Surabaya pada masa lalu. Bangunan-bangunan tersebut kini dijadikan sebagai destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.

Tugu Pahlawan Surabaya

pertempuran surabaya

Foto: Pixabay

Tugu ini dibangun untuk memperingati peristiwa pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Bangunannya terdiri dari 10 lengkungan yang dibagi atas 11 ruas. Tinggi dari tugu ini yaitu 41,15 m yang berbentuk seperti paku terbalik.

Nah, buat kamu yang ingin mengunjungi tugu ini, bisa mengunjunginya di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Bubutan, Surabaya. Tugu Pahlawan Surabaya buka mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB saat weekdays dan 07.00 – 15.00 WIB saat weekend.

Hotel Majapahit

Hotel Majapahit dulunya yaitu Hotel Yamato tempat berkibarnya bendera Belanda yang diturunkan oleh rakyat Surabaya dan menggantinya dengan bendera merah putih.

Hotel ini dibangun pada tahun 1910 dengan nama LMS, dan berubah menjadi Hotel Oranje. Kemudian berganti nama lagi menjadi Hotel Yamato dan Hotel Hoteru hingga kini menjadi Hotel Majapahit.

Jembatan Merah

Jembatan Merah berada di Jalan Kembang Jepun No. 192, Nyamplungan, Pambean Cantian, Surabaya.

Jembatan ini merupakan tempat terjadinya pertempuran antara pihak Indonesia dan Sekutu dalam mempertahankan Surabaya dari tangan penjajah.

Dulunya jembatan ini merupakan daerah perniagaan dari Perjanjian VOC dan Paku Buwono II dari Mataram pada tahun 11 November 1743.

Gedung Siola

Gedung Siola digunakan sebagai markas dan pertahanan rakyat Surabaya dari serangan Sekutu pada pertempuran Surabaya tersebut.

Gedung ini pada akhirnya dipenuhi tembakan oleh tantara-tentara Sekutu hingga membuatnya rusak dan terbakar. Setelah pertempuran berakhir, gedung tersebut dibiarkan rusak dan tidak diurus.

Pada tahun 1950, Presiden Soekarno akhirnya menjadikan gedung tersebut sebagai aset dari Pemerintah Kota Surabaya.

Gedung Siola berada di Jalan Tunjungan No. 1, Genteng Surabaya. Buat kamu yang ingin mengunjungi gedung ini, mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB setiap Selasa – Minggu.

Pertempuran Surabaya mengingatkan kita akan berjasanya para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebagai rakyat Indonesia sudah seharusnya kita meneruskan apa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan masa lalu.

Salah satu yang bisa kamu lakukan yaitu dengan mengunjungi beberapa bangunan bersejarahnya. Nah, kalau kamu berencana untuk trip ke Surabaya jangan lupa untuk pesan penginapannya melalui RedDoorz.

Sekarang, Surabaya sudah ada SANS Hotel lho. Ada SANS Hotel Rajawali Surabaya dan SANS Hotel Box Mansion Surabaya. Keduanya bisa kamu pesan melalui aplikasi RedDoorz! Tinggal cari Sans Hotel yang kamu mau dan booking deh! Download aplikasi RedDoorz untuk pesan dimanapun dan kapanpun tanpa ribet!

Press Enter To Begin Your Search
×